Anak-anak Panti Rehabilitasi Dilatih Menjadi Lebih Kreatif

Penyematan papan nama peserta pelatihan keterampilan kerja bagi anak-anak terlantar. (Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) - Puluhan anak-anak Panti Rehabilitasi yang berada dibawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika, Selasa (23/10), bertempat di Graha Efata, Jalan C. Heatubun, mengikuti pelatihan keterampilan praktek belajar kerja guna menjadi anak-anak yang berguna bagi bangsa dan Negara, terlebih khususnya Kabupaten Mimika.

Kepala Dinsos Mimika, Petrus Yumte, dalam sambutannya pada kegiatan itu mengungkapkan, saat ini panti rehabilitasi yang letaknya di Jalan Poros Mapurujaya, Kilometer 8, menampung sekitar 30 anak yang terlantar. Anak-anak tersebut masih usia sekolah sehingga diperlukan adanya pelatihan untuk mengubah pola pikir mereka menjadi lebih kreatif.

“Dinas sosial akan membangun atau memperluas tempat rehabilitasi dengan menggunakan dana otsus, sehingga dana otsus tersalurkan kepada yang berhak. Masih banyaknya anak terlantar di Timika merupakan tantangan besar bagi dinsos, untuk itu kami berkomitmen menjadikan anak-anak jadi lebih kreatif,” ujarnya.

Menurutnya, anak-anak ini juga merupakan bagian dari sumber daya manusia (SDM) yang bermanfaat bagi Kabupaten Mimika dalam pembangunan kedepan.

“Kedepan dengan adanya kegiatan ini kiranya bisa memanfaatkan SDM yang ada demi pembagunan daerah,” kata Petrus.

Sementara itu, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Pemkab Mimika, Cristian Karubaba, mengatakan bahwa di usia yang masih tergolong dibawah umur, anak-anak sangat rentan akan kekerasan dan tindakan kriminalitas lainnya. Untuk itu, pelatihan keterampilan kerja sangat dibutuhkan oleh anak-anak tersebut.

“Hampir semua anak terlantar muncul karena faktor ekonomi keluarga, pendidikan, serta faktor lingkungan yang kurang baik, sehingga mengakibatkan anak-anak tersebut turun ke jalanan demi memenuhi kebutuhan sehari hari.”

“Kegiatan ini merupakan suatu kegiatan yang berprestasi bagi anak-anak kita dalam menciptakan suatu wadah yang bisa menciptakan anak-anak terlantar yang terampil dalam berbagai hal dan mandiri. Sehingga tercipta SDM yang akan bermanfaat bagi Negara,” katanya.

Sekedar diketahui, anak-anak tersebut mendapatkan pelatihan dengan pemberian materi dan praktek hingga 27 Oktober 2018. (Salma)

Tinggalkan Balasan