Keluarga Menolak Autopsi ASN Meninggal Di Hotel

Jenazah almarhum Kaspar Waga saat dinaikan mobil ambulans.(Foto-Ant)

SAPA (JAYAPURA) - Sanak keluarga Kaspar Waga, aparatur sipil negara (ASN) dari Kabupaten Mappi, Papua, yang ditemukan telah meninggal di kamar hotel di Kota Jayapura, Senin (22/11) malam, menolak autopsi jenazah sebagaimana disarankan pihak kepolisian.

"Keluarga menolak untuk autopsi jenazah almarhum Kaspar Waga, hanya visum luar tubuh saja," kata Kepala Urusan (Kaur) Humas Polres Jayapura Kota Iptu Yahya Rumra di Jayapura, Selasa (23/10).

Ia mengatakan setelah ada penolakan autopsi itu, jenazah Kaspar Waga langsung diterbangkan ke Mappi via bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

"Tadi sekitar pukul 12.40 WIT keluarga sudah ambil jenazahnya dan diterbangkan ke Mappi," kata Yahya Rumra.

Kaspar Waga ditemukan telah meninggal sekitar pukul 23.30 WIT di salah satu kamar hotel ternama di Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Kapolsek Abepura Kota AKP Dionisius DVP Helan di Abepura, Kota Jayapura, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi itu dari sekuriti hotel setelah membuka kamar korban.

"Korban KW ditemukan dalam posisi tidur dengan badan miring ke kiri tanpa mengenakan pakaian dan hanya mengenakan celana panjang kain berwarna hitam," katanya.

Korban diketahui datang dari Mappi ke Kota Jayapura dalam rangka perjalanan dinas dan menginap di salah satu hotel ternama di Abepura, Kota Jayapura.

"Jadi, korban chek in pada hari Minggu (21/10) sekitar pukul 11.56 WIT dengan kamar nomor 325 di lantai tiga," katanya.

Sehari kemudian, Senin (22/10), istri korban menghubungi via telepon seluler namun tidak ada jawaban.

Ia meminta saksi Yogo Lito untuk mengecek kondisi korban yang sedang menginap di hotel.

"Sekitar pukul 23.30 WIT, Yogo Lito mendatangani hotel dan menanyakan kepada resepsionis. Setelah itu, Yogo mendatangi kamar 325 dan mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban," katanya.

Karena tidak ada jawaban, lanjut Dionisius, Yogo kembali ke resepsionis untuk meminta kunci master guna membuka kamar 325. Pada saat itu, dia bersama sekuriti menuju ke kamar tersebut.

"Namun, setelah pintu dibuka, ternyata KW dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan posisi tidur miring ke kiri di tempat tidur," katanya.

Setelah ditemukan dalam kondisi tersebut, dua sekuriti melaporkan hal itu ke Mapolsek Abepura Kota.

"Tak berapa lama anggota piket fungsi Polsek Abepura dipimpin Kepala SPK Regu I Aiptu Yarona mendatangi TKP. Kasat Reskrim Polres Jayapura Kota AKP Sugeng Wijaya bersama anggota identifikasi dan opsnal tiba, lalu melakukan olah TKP," katanya.

Berdasarkan olah TKP, lanjut Dionisius, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

"Pada hari Selasa sekitar pukul 00.50 WIT, korban dibawa ke RS Bhayangkara dengan menggunakan mobil ambulans guna pemeriksaan lebih lanjut," katanya.
(Ant)

Tinggalkan Balasan