Temui Korban Kekerasan di Mapenduma, Bupati Nduga Minta Maaf

JAYAPURA (PT) – Bupati Nduga, Yarius Gwijangge, SSos, MSi didampingi Sekda Kabupaten Nduga mengunjungi para guru dan tenaga medis yang korban tindakan kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mapenduma, saat mereka menjalani trauma healing di RS Bhayangkara, Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa (30/10).

Bupati Nduga, Yarius Gwijangge mengaku ingin melihat lebih dekat kondisi korban dan apa yang dibutuhkan oleh para korban.

Bupati Yarius Gwijangge juga sudah menanyakan kepada korban yang merupakan pegawai di Kabupaten Nduga, apa mereka tetap mengabdi di Nduga atau mutasi pindah ke kabupaten lain.

“Jadi, kami sudah sampaikan dan sudah mendengarkan dari para korban, termasuk memberikan mutasi pindah dari Kabupaten Nduga ke kabupaten asal masing-masing, seperti ada yang ke Jayapura, Paniai, Toraja dan Ambon, sesuai dengan permintaan para korban,” katanya.

Sebagai pemimpin di Kabupaten Nduga, Yarius Gwijangge menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para korban dan keluarga atas kejadian itu.

Bupati Yarius Gwijangge berharap kejadian itu, tidak terulang lagi terhadap para pegawai baik tenaga medis maupun guru yang ditugaskan ke depan.

“Itu cukup yang pertama dan terakhir. Sebagai bupati, saya mengutuk atas perbuatan yang dilakukan para pelaku tindak kekerasan itu,“ tegas Yarius Gwijangge.

Selain itu, Bupati Yarius Gwijangge meminta kepada Kapolda Papua untuk mempercepat pembentukan Polres di Kabupaten Nduga dan polsek di Distrik Mbua.

“Itu kami minta agar pelayanan di Kabupaten Nduga dapat stabil dan berjalan seperti biasa,” katanya.

Tak hanya itu, Bupati Yarius Gwijangge juga telah menyiapkan lokasi untuk pembangunan markas Polres di Kabupaten Nduga.

“Sudah dilakukan pelepasan tanah, suratnya sudah ada tingal dilakukan pembersihan, karena lahan itu masih hutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin mengatakan, sesuai dengan permintaan Bupati Nduga, ia akan merespon dengan pengisian personel di Mapenduma dan kemudian dibentuk Polres persiapan di Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga.

“Sebagaimana disampaikan bupati bahwa akan membantu seutuhnya, pendirian Mapolres Nduga dan polsek di Kenyam,” imbuhnya. (ai/rm)

Tinggalkan Balasan