Satukan Tekad “Merahkan” Biak Numfor

Ketua DPP PDI Perjuangan DR (HC) Kamaruddin Watubun, SH, Plt. Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si, M.Pd, Sek. DPD PDI Perjuangan dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Biak Numfor dan Supiori ketika secara bersamaan memukul tifa pembukaan Rakercabsus PDI Perjuanga, di Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih, Sabtu (3/11).

BIAK-Rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Biak Numfor berlangsung sukses, Sabtu (3/11). Dalam Rakercabsus yang berlangsung di Gedung Serbaguna Tongkonan itu menyepakati bahwa PDI Perjuangan di Pemilu Tahun 2019 mendatang harus keluar sebagai pemenang, dengan itu sepakat menyatukan tekad untuk “memerahkan” Kabupaten Biak Numfor.

  “Dalam Rakercabsus ada dua poin penting yang kami sepakati. Pertama, di Pemilu Legislatif  dan Pilpres, PDI Perjuangan harus menang telak di Kabupaten Biak Numfor. Pemilu Legislatif PDI Perjuangan harus sebagai pemenang dan Pilpres, pasangan Jokowi – Ma’ruf juga harus menang telak,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Williams Engels kepada Cenderawasih Pos disela-sela acara penutupan Rakercabsus yang dialihkan di BBC Biak, kemarin.

  Rakercabsus PDI Perjuangan Kabupaten Biak Numfor pembukaannya di pusatkan di Lapangan Gelanggang Remaja Cenderawasih. Tak hanya Sekretaris DPD PDI Perjuangan  Drs Calvin Masnembra, M.Si yang ikut hadir, namun Ketua DPP PDI Perjuangan DR (HC) Kamaruddin Watubun, SH juga hadir langsung.

   Tak hanya itu, anggota DPR RI yang juga adalah mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua itu juga meminta semua kader-kader partainya itu untuk selalu bersama-sama dan menopang pemerintah daerah dalam mensukseskan berbagai program pembangunan di daerah. Kontribusi pemikiran, masukan dan kerja nyata untuk mendukung pemerintah dinilai menjadi kewajiban bagi setiap kader PDI Perjuangan.

  Sementara itu Plt. Bupati Biak Numfor yang juga adalah kader PDI Perjuangan mengajak semua komponen masyarakat dan partai politik supaya tetap menjaga solidaritas dan kerja sama yang baik menjelang Pemilu Legislatif dan Pilpres. “Perbedaan pendapat dan pandangan dinilai wajar-wajar saja sebagai dinamika politik, namun kebersamaan harus tetap dijaga dengan baik”ujarnya.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan