Akibat Isu Penculikan Anak, Siswa di Poumako Takut ke Sekolah

 Siswa SD Negeri 1 Poumako mengikuti kegiatan belajar mengajar. (Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) - Maraknya isu yang mengabarkan tentang penculikan anak belakangan ini berpengaruh terhadap aktifitas belajar mengajar di sejumlah sekolah. Terbukti, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 10 Poumako, Anna Rettob, mengaku akibat beredarnya isu tersebut membuat siswanya takut untuk ke sekolah.

“Siswa kami ada 152, tapi yang datang setiap hari tidak sampai 50. Bapak RT memberitahukan bahwa anak-anak tidak mau sekolah karena mendengar ada isu penculikan anak,” ungkapnya ketika ditemui Salam Papua di SD Negeri 10 Poumako, pada Kamis (8/11).

Ia mengatakan, berita tentang penculikan anak ini sudah membuat para siswa maupun para wali murid menjadi kuatir. Apalagi hal tersebut diperkuat dengan adanya ciri-ciri kendaraan mobil penculik anak itu.

“Saya tanya ke beberapa murid, mereka bilang, ibu kita takut karena ada penculikan anak. Ada mobil warna hitam yang selalu culik,” ujarnya sembari menyebutkan plat mobil tersebut.

Untuk mengantisipasi kebenaran adanya isu penculikan anak itu, wanita yang akrab disapa Anna itu meminta pihak keamanan dalam hal ini Polsek KP3 Laut Poumako agar turun ke lapangan untuk memberikan rasa aman kepada warga.

“Kami tidak bisa pastikan, karenanya kami berharap itu berita hoaks belaka. Mendengar laporan itu, saya memberitahukan kepada pihak kepolisian agar dapat memberikan sosialisasi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek KP3 Laut Poumako, Ipda Khairul Umam ketika dikonfirmasi Salam Papua via telepon, Jumat (9/11), mengatakan telah menindaklanjuti kabar tersebut.

“Informasi tersebut sudah kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan terlebih dahulu,” ujar Ipda Umam.

Sementara itu, Plh Kapolres Mimika, AKBP Fernando S. Napitupulu mengatakan, isu penculikan anak yang beredar merupakan kabar bohong alias hoaks. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.

“Hoaks itu, tidak ada penculikan anak. Kita selalu meningkatkan patroli di wilayah itu, dan itu tidak ada. Kalau ada berita yang meresahkan, masyarakat silakan untuk di klarifikasi dan di konfirmasi ke kepolisian. Jadi info-info yang tersebar itu, mohon maaf, sebagian besar hoaks,” ujarnya ketika dihubungi Salam Papua melalui sambungan telepon, Jumat (9/11).

“Untuk menyakinkan, kita akan minta kepolisian di sana (KP3 Laut Pomako-Red) untuk terus meningkatkan patroli dan menginformasikan kepada masayarakat untuk tetap beraktifitas seperti biasa. Khususnya anak-anak agar tetap ke sekolah,” ujarnya menambahkan. (Salma)

Tinggalkan Balasan