Disnak Beri Bantuan dan Pelatihan Kepada 250 Peternak Babi

Penyerahan bantuan berupa enam lembar seng kepada perwakilan peternak babi di Mimika. (Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Mimika memberikan bantuan kepada 250 kepala keluarga (KK) di Mimika yang merupakan peternak babi. Penyerahan bantuan berupa enam lembar seng dan dua kilo gram paku untuk membuat kandang babi ini, sekaligus memberikan pelatihan khusus dalam pengembangan ternak babi secara mandiri.

Kepala Disnak Mimika, Yosefina Sampelino usai kegiatan ini mengatakan, pelatihan yang dilakukan sebagai tidak lanjut dari program khusus pemberdayaan peternakan babi. Sebelumnya, setiap peternak telah menerima bantuan sepasang babi yang dianggarkan melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun anggaran 2018.

“Melalui dana otsus ini, kami tidak ingin hanya sebatas memberikan bibit babi kepada setiap peternak. Namun, kami harus memberikan pelatihan kepada mereka bagaimana caranya beternak babi yang baik dan benar. Kita arahkan mereka cara membuat kandang, selokan pembuangan kotorannya, pasokan makanan dan air serta hal lainnya. Supaya, selain babi mereka sehat, lingkungan juga sehat,” kata Yosefina di Bobaigo Keuskupan Timika, Jalan Cenderawasih, Jumat (9/11).

Dari dana otsus tersebut, menurut dia, setiap tahun Disnak melakukan pengadaan sebanyak 500 ekor babi yang dibagikan kepada masyarakat atau peternak baik di Distrik Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana, Iwaka, Mimika Timur dan Kwamki Narama.

Setiap peternak yang telah menerima bantuan anak babi diharapkan dapat mengikuti arahan dalam pelatihan ini. Sebab, setiap sumbangan yang bersumber dari dana otsus akan dievaluasi kembali untuk mengetahui sejauh mana manfaat yang diterima masyarakat selaku penerima dana otsus.

Ia mengaku, babi yang telah dibagikan ke setiap peternak merupakan bibit unggulan yang perlu dikembangkan dengan baik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri. Setiap peternak juga wajib mengetahui kesehatan setiap babi yang di pelihara. Selanjutnya, jika ada babi yang tidak sehat agar langsung di konsultasikan ke klinik hewan yang ada di kantor Disnak.

“Jangan sampai begitu babinya sudah gemuk lalu di potong. Tapi harus dibiarkan beranak dan berkembang sebanyak-banyaknya, lalu di jual atau di potong untuk keperluan adat dan lain sebagainya. Peternak juga harus pintar memperhatikan kesehatan setiap babinya. Nah, itulah gunanya klinik hewan yang sudah kami buka. Klinik itu untuk pengobatan babi-babi itu. Klinik hewan buka setiap hari kerja dan petugasnya selalu ada,” tuturnya.

Maria Salmon yang merupakan warga SP 12, Kampung Utikini, mengaku sangat berterimakasih dengan adanya bantuan yang diberikan Disnak. Di mana, sebagai warga Papua, ia merasakan adanya dana otsus melalui bantuan seperti ini.

Ibu yang memiliki tiga orang anak ini mengatakan bahwa saat ini telah memiliki empat ekor babi yang merupakan bantuan dari Disnak. Karena itu, bantuan berupa enam lembar daun seng dan 2 Kg paku yang diterimanya akan digunakan untuk menambah kandang babi.

“Saya sudah dapat bibit babi dari Disnak, dan sekarang terima bantuan seng dan paku. Padahal selama ini saya juga berfikir bagaimana caranya supaya bisa bikin kandang lagi, karena induk yang satunya sudah bunting besar (Hamil). Saya berterimakasih sekali dengan adanya bantuan ini,” ungkapnya.

Maria yang kesehariannya berjualan di Pasar Utikini ini mengatakan, tidak mengalami kesulitan untuk pasokan makanan. Karena selain fokus beternak babi, ia juga berkebun dan rutin mengumpulkan makanan sisa di beberapa rumah makan di Utikini. Karena itu, ia berharap agar ternaknya bisa selalu sehat dan berkembang untuk membantu perekonomiannya.

“Saya ada kebun, jadi saya banyak petatas, singkong dan keladi. Tapi saya juga sering ambil-ambil makanan sisa di warung-warung. Puji Tuhan, Disnak juga ada klinik hewannya, itu berati kami bisa melapor kalau misalnya babi-babi yang kami piara ini jatuh sakit,” katanya. (Acik)  

Tinggalkan Balasan