Para Pimpinan Agama Lakukan Doa Keliling Berkati Tanah Paniai

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Pimpinan enam agama, Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Buddha dan Konghucu yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Paniai, Senin (19/11/2018) kemarin, secara bersama melakukan doa keliling di kota Enarotali dan Madi, Paniai.

Doa keliling dengan tema ‘Berkati Tanah Paniai’ ini dilakukan dalam rangka menetralisir kondisi dan situasi jelang hingga hari H pelaksanaan acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Paniai terpilih, Meki Nawipa-Oktopianus Gobai, pada hari Jumat (23/11/2018) mendatang.

Untuk menetralisir situasi tersebut, para pimpinan agama melakukan doa di tempat-tempat yang dianggap sumber kuasa gelap, seperti di lokasi perjudian, penjualan miras dan di rumah atau kos-kos yang diketahui sebagai tempat praktik asusila.

Dari pantauan suarapapua.com di Enarotali, doa diawali dari pusat markas perjudian dalam pasar Iyaipugi, lalu berlanjut ke pertigaan jalan PLN, kemudian Iyaibutu, dan terakhir di bandar udara Enarotali, depan kos Labobar yang diketahui sebagai tempat asusila. Sedangkan di Madi, hanya dilakukan di terminal Madi, yang memang diketahui sebagai pusat markas perjudian.

Selain mendoakan tempat-tempat tersebut, para pemimpin agama juga menegur dan menasihati penjual dan pembeli judi togel sesuai ajaran-ajaran agama yang ada.

“Hasil uang yang didapat dari kegiatan haram adalah terkutuk. Maka, bagi bapak-bapak yang dihidupi keluarga dengan uang haram adalah terkutuk. Ibu ikut terkutuk, anak ikut terkutuk dan seterusnya dengan yang lainnya,” ucap Pendeta Hans Tebai, ketua FKUB Kabupaten Paniai, di setiap tempat pemberkatan dan pemulihan.

Ia menegaskan, saatnya Paniai harus aman dari segala hal terburuk yang selama ini terjadi. Menurutnya, karena Paniai merupakan barometer Papua untuk Indonesia.

“Saya mau katakan kalau keutuhan Indonesia mau aman, Paniai harus amankan terlebih dahulu. Karena kalau Paniai kacau, maka Indonesia juga akan ikut kacau. Untuk itu, saya minta oknum aparat yang jalankan barang-barang haram ini stop. Karena secara tidak langsung ko sendiri sedang kacaukan Indonesia,” ujarnya.

Doa keliling berkati tanah Paniai di Enarotali dan Madi dikawal aparat kepolisian. (Stevanus Yogi – SP)

Untuk itu ditegaskan, bila kedepan kedapatan ada oknum aparat militer atau ASN yang menjalankan hal-hal tersebut, pihaknya siap melaporkan kepada pimpinan yang berwajib.

“Kami FKUB punya jaringan dimana-mana. Kalau kedapatan dia berasal dari oknum aparat militer, kami akan lapor ke pimpinan militer di pusat. Begitu juga dengan ASN. Ini karena negara ini negara hukum. Sehingga semua harus tunduk pada hukum. Tidak ada yang kebal dengan hukum. Salah tetap salah dan benar tetap benar,” tegas Pendeta Tebai.

Ustad Ahmad Muslih, pimpinan agama Islam Kabupaten Paniai, juga mengajak masyarakat ciptakan suasana Paniai yang aman, tentram dan damai dengan melakukan usaha-usaha yang halal.

“Kepada umat saya mari cari rejeki dengan cara yang halal. Tidak baik cari rejeki dengan buka judi togel, dadu, sabung ayam dan selainnya. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah umat yang mau bersama bangun Paniai,” pintanya di kesempatan sama.

Pendeta Gerard Gobai, koordinator wilayah Kingmi Paniai, menyatakan, Paniai waktunya diterangi kebenaran Firman Tuhan.

“Kerajaan Tuhan untuk di wilayah pegunungan Papua dimulai dari Paniai, maka saatnya kita hadirkan kembali Kerajaan Allah itu sekarang. Caranya bagaimana? Ya tidak lakukan judi, mabuk-mabukkan dan main perempuan sembarangan,” ujarnya mengingatkan.

Kegiatan doa keliling tersebut dikawal langsung oleh kepolisian resort Paniai dengan menggunakan satu buah mobil patroli.

Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Mary Monireng

Tinggalkan Balasan