10 Misionaris Disambut Meriah Ribuan Masyarakat Paniai

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Misionaris CAMA (Christian and Missionary Alliance) yang membawa masuk Injil di Paniai akhirnya tiba hari Rabu (21/11/2018) di Enarotali, Paniai, menggunakan pesawat sekitar pukul 09.00 WIT.

Mereka datang menghadiri undangan Bupati Paniai terpilih Meki Nawipa dalam rangka ibadah kebaktian kebangkitan rohani (KKR), doa pelepasan dan pemulihan.

Untuk KKR akan diadakan Rabu (22/11/2018) di lapangan Karel Gobai, Enarotali. Doa pelepasan dan pemulihan menyusul setelah pelantikan Bupati selesai, Jumat (23/11/2018).

Rombongan misionaris ini berjumlah 10 orang. Patrick Arthur Worsley dari Canada, dan yang lainnya dari Amerika Serikat, yaitu John Reginald Raszmann, Wendy W Raszmann, Angela Joy Wolfram, Heather R Spence, Jean Chrouser Burkhart, Andrew Marc Burkhart, Daniel Jhon Burkhart, Michael Newton Brooks, dan Evelynn Brooks.

Penjemputan para misionaris di bandara Enarotali, Rabu kemarin. (IST – SP)

Dari 10 orang ini, tercatat 4 orang yang bawa Injil ketika itu di Paniai, yaitu Patrick Arthur Worsley, John Reginald Raszmann dan istrinya Wendy W Raszmann serta ibu misionaris Jean Chrouser Burkhart.

Sedangkan 6 lainnya tidak. Karena Angela Joy Wolfram dan Heather R Spence adalah anak dari John Reginald Raszmann dan Wendy W Raszmann. Lalu Andrew Marc Burkhart dan Daniel Jhon Burkhart juga anak dari ibu misionaris Jean Chrouser Burkhart. Sedangan Michael Newton Brooks dan Evelynn Brooks adalah pasangan suami istri pilot misionaris yang membawa rombongan ini ke Paniai. Mereka berdua sedang bertugas sekarang di Kupang, NTT.

Sekda Paniai, Amatus Tatogo bersama Bupati Meki Nawipa menerima para misionaris di Uwowiyago. (Stevanus Yogi – SP)

Kedatangan mereka ketika tiba di bandara Enarotali, Paniai, langsung disambut meriah ribuan masyarakat dari berbagai denominasi gereja yang ada di Paniai dengan nyanyian pujian.

Bupati terpilih Meki Nawipa bersama jajaran Forkopimda Paniai juga hadir menerima secara resmi kedatangan para misionaris.

Kemudian dengan iringan lagu-lagu pujian mereka diantar ke rumah peninggalan bekas para misionaris di Iyaitaka, yang hingga sekarang masih terlihat sangat awet. Bangunan tua ini biasa disebut “Uwowiyago”.

Mengantar para misionaris ke rumah Uwowiyago. (Stevanus Yogi – SP)

“Saya bersyukur kepada Tuhan karena lewat anak Bupati Meki bisa undang saya datang kembali ke rumah saya yang sudah 30 tahun lalu saya tinggalkan. Karena saya pikir tidak mungkin saya kembali lagi. Apalagi saya sudah pensiun dari tugas misionaris,” kata Patrick Arthur Worsley saat memperkenalkan diri kepada umat yang hadir di Uwowiyago.

Jean Chrouser Burkhart, ibu misionaris, juga mengungkapkan tidak menyangka momen ini dapat terjadi.

“Di tempat ini kedua anak laki-laki saya lahir. Saya senang sekali bisa kembali melihat tempat ini bersama kedua anak saya meskipun tidak bersama suami (sudah meninggal),” ucapnya sambil mengusap air matanya.

Umat menghadiri pertemuan bersama 10 misionaris di halaman Uwowiyago. (Stevanus Yogi – SP)

Wendy W Raszmann, sambil menunjuk ke arah rumah yang akan diinap mereka, seraya mengusap air matanya berkata, “Rumah ini dulu dibangun oleh bapak saya Raszmann.”

Bupati Meki Nawipa, usai acara perkenalan tersebut, mengaku sangat senang para misionaris yang diundang bisa hadir di Paniai.

“Bapak Worsley dan Raszmann ini datang dari Kanada dan Amerika. Mereka sudah sangat tua, tetapi mau luangkan waktu datang ke sini. Ini saya sebagai anak Paniai sangat bangga. Semoga lewat kehadiran mereka, tanah dan semua orang Paniai diberkati. Itu harapan saya,” kata Meki kepada suarapapua.com.

Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Mary Monireng

Tinggalkan Balasan