Ibadah KKR: Rakyat Paniai Harus Berdamai

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) “Paniai Bersyukur dan doa rekonsiliasi perdamaian dan pemulihan kota Enarotali” berlangsung meriah dengan dipadati ribuan umat kristiani di lapangan Karel Gobay Enarotali, KamisĀ (22/11/2018).

Ibadah bersama para misionaris dan masyarakat ini digelar untuk menyambut pemerintahan baru Kabupaten Paniai periode 2013-2018 yang akan dipimpin oleh bupati dan Wakil Bupati terpilih, Pilot Meki Nawipa dan Oktopianus Gobai.

Misionaris John Reginald Raszmann, melalui khotbanya yang terambil dari kitab Kolose, 1: 21-23 mengatakan, saatnya tanah dan semua orang Paniai di rekonsiliasi oleh kasih karunia dan urapan Tuhan Yesus.

“Kata rekonsiliasi artinya memulihkan, maka mari kita memulihkan kedamaian di atas tanah ini. Terhadap siapa? terhadap Tuhan, sesama, alam dan bahkan semua makhluk hidup yang ada,” ucap ohn Reginald kepada ribuan umat kristiani yang menghadiri ibadah KKR tersebut.

Ia mengatakan, tanpa rekonsiliasi jalan menuju pintu perubahan akan terus tertutup, dan segala sesuatu yang bertentangan dengan Firman Allah akan terus tumbuh subur, sehingga mudah sekali membuat dosa.

“Menyalahi orang lain padahal diri kita yang salah, bohong, tidak peduli dengan sesama dan lain-lainnya. Itu semua karena kita belum sepenuhnya dibersihkan oleh Tuhan Yesus,” bebernya.

Untuk melepas semua itu, ia mengajak umat untuk harus mau direkonsiliasi dengan cara menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

“Karena kalau kita berubah tentu daerah ini juga akan ikut berubah. Maka pada kesempatan ini mari serahkan diri secara total kepada Tuhan.”

Yehuda Gobai, dalam ibadah KKR itu mengajak umat supaya jadikan Paniai sebagai daerah terang kemuliaan Allah untuk Papua dan bangsa-bangsa di seluruh dunia.

“Mari kita tinggalkan semua dosa-dosa masa lalu kita. Yang masih simpan dendam dengan sesama kepada siapa saja – hari ini tidak boleh lagi. Kita harus bersatu dalam terang kemuliaan Allah demi perubahan daerah Paniai yang kita cintai ini,” ajak Gobai.

Pewarta: Stevanus Yogi

Editor: Elisa Sekenyap

Tinggalkan Balasan