Baru Delapan Jenazah Korban KKB di Nduga Dievakuasi ke Timika

Panglima TNI dan Wakapolri saat menjemput jenazah korban penembakan KKB.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Sebanyak delapan jenazah dari 16 korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, dievakuasi ke Timika, karena terkendala letak geografis dan cuaca yang buruk. Sementara delapan lainnya masih dalam proses evakuasi dari Nduga ke Timika.

Pantauan Salam Papua, delapan jenazah yang tiba di Hanggar Bandara Mozes Kilangin Timika menggunakan helikopter Bell milik TNI AD dari Nduga itu, langsung dimasukkan dalam tiga kantung jenazah dan dievakuasi ke mobil ambulans menuju RSMM, Kamis (6/12). Sebelumnya telah dilakukan proses identifikasi jenazah oleh tim forensik Mabes Polri di belakang hanggar helikopter Bandara Timika.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto saat menyampaikan keterangan pers usai upacara pelepasan jenazah Sertu Anumerta Handoko, di Hanggar Bandara Mozes Kilangin, mengatakan 16 jenazah yang dievakuasi diduga kuat adalah karyawan PT Istaka Karya.

“Sesuai dengan apa yang sudah kita temukan. Hari ini sudah ditemukan 16 jenazah yang diduga adalah 16 karyawan PT Istaka Karya. Sehingga, seperti yang diberitakan sebelumnya, sesuai dengan saksi dari korban, Jimmy Aritonang, 25 karyawan PT Istaka Karya dieksekusi di bukit Koba,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para korban tawanan yang berjumlah 25 orang dibawa menuju ke bukit Koba dengan pengawalan KKB dan dilanjutkan dengan  melakukan eksekusi penembakan terhadap seluruh tawanan yang mengakibatkan 14 orang tawanan meninggal di tempat.

Melihat hal tersebut 11 orang berupaya melarikan diri. Selanjutnya terjadi pengejaran dan penyisiran oleh KKB terhadap 11 orang tawanan yang melarikan diri. Pada saat pengejaran, KKB berhasil menangkap 3 orang yang selanjutnya juga eksekusi.

Kemudian KKB melanjutkan penyisiran dan menemukan 6 meninggal dunia, sementara 2 orang tawanan melarikan diri.

Saat 2 orang tawanan selamat sampai Pos Mbua 755/Yallet, beberapa jam kemudian KKB menyerang pos tersebut dan mengakibatkan kontak tembak serta mengakibatkan salah satu anggota TNI meninggal dunia, yakni Sertu Anumerta Handoko.

“Yang dilaporkan oleh saudara Jimmy Aritonang bahwa 14 langsung meninggal di tempat dan 11 berusaha menyelamatkan diri. Dari 11 itu empat berhasil merapat ke Pos Mbua dan bertemu dengan pasukan di sana dan sisanya menurut laporan saudara Jimmy, tiga orang yang melarikan diri langsung dieksekusi karena kelompok bersenjata mengetahui dan dua orang juga dieksekusi di tempat tersendiri. Dua orang berikutnya menyelamatkan diri. Menurut laporan dari saudara Jimmy kemungkinan mereka masih hidup,” jelas Panglima.

KKB Papua Segera Ditangkap untuk Diadili

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto juga menegaskan, tim gabungan TNI-Polri sudah menguasai bukit Kabo sehingga dapat dipastikan kondisi keamanan di wilayah tersebut.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh KKB tersebut merupakan tindakan keji yang harus diadili sesuai hukum. Untuk itu, TNI-Polri akan bergerak cepat untuk melakukan penanganan. Tim gabungan sudah dibentuk untuk mengungkap kasus ini, juga memburu para pelaku.

“TNI-Polri tegas bahwa apa yang di lakukan ini bukan kriminal biasa. Polri akan segera melaksanakan olah TKP dan sudah mengumpulkan bukti-bukti, Ini adalah perbuatan yang sangat keji sehingga TNI-Polri tegas untuk menangani masalah ini.  Diharapkan masyarakat akan tenang apabila kelompok kelompok kriminal bersenjata ini segera kita tangkap dan kita adili sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,” tegas Panglima.

Dikesempatan yang berbeda, terkait hal tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, KKB selalu menolak kehadiran TNI-Polri dan tidak sepaham dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mereka selalu menolak kehadiran TNI-Polri. Dalam beberapa kasus penembakan, KKB selalu menunggu jenazah dan pasti akan melakukan penyerangan kepada anggota kita yang melakukan evakuasi seperti di Lanny Jaya. Dan saat ini, di bukit Kabo juga begitu. Semoga cuacanya bagus sehingga delapan korban lainnya bisa dievakuasi lagi,” kata Kapolda.

Sebelumnya, Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengungkapkan bahwa terhambatnya proses evakuasi delapan jenazah itu karena terjadi kontak tembak antara pasukan gabungan TNI-Polri dengan KKB.

“Saya dapat laporan bahwa pukul 12.30 masih terjadi kontak tembak sehingga proses evakuasi itu masih terhambat. Kami belum dapat hasil akhir dan kelanjutan evakuasi delapan jenazah itu,” ungkapnya ketika ditemui wartawan di sela-sela identifikasi korban KKB.

Sekedar diketahui, pada proses identifikasi jenazah korban penembakan KKB Nduga itu, terlihat para keluarga berdatangan guna mengecek secara detail korban yang dimaksud. (Salma)

Tinggalkan Balasan