Lomba Pidato Peringati Hari Anti Korupsi se-Dunia

Pelajar yang mengikuti lomba pidato di Kejaksaan Negeri Timika.(Foto-Acik)
SMP Santa Maria Raih Juara Pertama

SAPA (TIMIKA) -  Fatimah, pelajar SMP Santa Maria Timika, berhasil  meraih juara pertama pada lomba pidato yang diselenggarakan oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Timika. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia, diikuti beberapa SMP baik Negeri maupun Swasta.

Fatimah berhasil memboyong piala setelah berhasil menyampaikan pidatonya di hadapan tim juri, guru-guru, dan pelajar dari sekolah lain. SMP Santa Maria berhasil mengalahkan peserta lomba dari SMPN 7, SMPN 2, SMP Yapis.

Jumlah nilai yang diperoleh Fatimah yaitu 1.725, sementara Juara kedua Rifki dari SMPN 7 jumlah nilai 1.723, Juara tiga Carlos dari SMPN 2 jumlah nilai 1.722, Juara harapan I dari SMP Yapis jumlah nilai 1.701, Juara Harapan II Maria dari SMP Santa Maria jumlah nilai 1.603, Harapan III Tasya dari SMP Yapis jumlah nilai 1.583.

Ketua TP4D Kejari Mimika, Yasozisokhi  Zebua, SH dalam sambutanya mengatakan bahwa  lomba ini dilaksanan untuk menanamkan integirtas diri kepada para pelajar agar memiliki jiwa anti korupsi.

Dia mengaku, peringatan hari anti korupsi ini dilaksanakan setiap tanggal  9 Desember. Namun karena tersebut bertepatan dengan hari Minggu, maka kegiatan diundur. Mengingat selain dilaksanakan upacara apel internal dan lomba pidato tingkat SMP, Kejari juga akan membagi-bagi stiker kepada seluruh masyarakat Mimika sebagai seruan anti korupsi.

Hari anti korupsi ini dilakukan di seluruh dunia dan secara khusus di Indonesia akan dilaksanakan di seluruh jajaran kejaksaan.

 “Biasanya kalau kita dengar ada kasus korupsi itu hanya di kalangan pejabat saja, karena salah menggunakan keuangan negara. Padahal banyak hal termasuk yang tanpa ada kerugian keuangan negara, tapi hanya karena perbuatan-perbuatan lainnya juga bisa dikatakan sebagai korupsi, ” katanya.

Dengan demikian, diharapakan lomba ini bukan hanya sebagai seremonial saja, akan tetapi  bisa menanamkan jiwa atau integritas diri  kepada pelajar, sehingga bisa memiliki jiwa anti korupsi. Mengingat selain perlombaan pidato, TP4D juga telah melakukan penyuluhan hukum kepada siswa-siswi  se Mimika sebanyak empat kali.

“Makanya kami berterimakasih atas dukung dari Dinas Pendidikan Mimika, karena selama ini telah membantu kami dalam setiap penyuluhan hukum kepada pelajar di Mimika,” katanya. (Acik)

Tinggalkan Balasan