Masyarakat Serbu Pasar Murah yang Digelar DKP

Masyarakat  bebelanja di kegiatan pasar murah. (foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) -  Ratusan masyarakat di wilayah SP 2, SP 5 dan sekitarnya menyerbu area Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika yang menggelar kegiatan pasar murah. Pasar murah sekaligus promosi pangan segar ini, dilaksanakan untuk membantu pasokan sembako bagi masyarakat menjelang perayaan natal 25 Desember dengan memberikan diskon 10 hingga 15 persen dari harga dipasaran.

Sekretaris DKP Mimika, I Nyoman Dwitana, mengatakan bahwa promosi pangan segar dan pasar murah yang dilaksanakan sebagai solusi bagi penyeimbangan harga dipasaran, yang cenderung naik menjelang perayaan hari raya natal dan tahun baru. Sehingga untuk pangan lokal segar disediakan tepung sagu kering bersih dengan harga Rp15 ribu.

“Untuk tepung sagu itu sangat bersih dan bisa disimpan hingga waktu yang lama untuk di olah menjadi kue, mie instan dan jenis makanan lainnya. Sembako juga sangat lengkap dengan diskon 10 dan 15 persen dari setiap jenisnya,” kata I Nyoman Dwitana yang ditemui disela-sela kegiatan pasar murah, Jalan Poros SP 2-SP 5, Kamis (6/12).

Dalam pembacaan sambutan Bupati Mimika pada pembukaan kegiatan pasar murah ini, Plh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Drs. I Nyoman Putu Arka mengatakan, menjelang perayaan natal dan tahun baru, setiap tahunnya permintaan kebutuhan sembako cenderung meningkat. Sehingga peningkatan itu berdampak pada kenaikan harga sembako. Hal itu juga menyebabkan terjadinya lonjakan harga yang cukup tinggi dan membebani serta mengurangi daya beli masyarakat, terutama masyarakat yang ekonomi keluarganya rendah atau kurang mampu.

“Itu makanya Pemkab Mimika melalui DKP melaksanakan pasar murah, supaya memudahkan masyarakat untuk memperoleh bahan pokok dengan harga yang relatif terjangkau. Dan pasar murah ini merupakan subsidi dari pemkab supaya masyarakat bisa berbelanja sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.

Diluar dari maksud tersebut, pasar murah juga dilaksanakan untuk membina keakraban antara pemerintah dengan masyarakatnya, apalagi saat ini merupakan momen untuk menyambut perayaan hari raya natal dan menyongsong tahun baru 2019.

Salah satu warga SP 2 pengunjung pasar murah, Serfina Pinimet, mengaku bersyukur adanya kegiatan pasar murah ini. Karena menurut dia, kegiatan ini sangat membantu sebagian kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.

 “Saya beli bawang merah ini 5 kilo, karena harganya hanya 24 ribu saja. Padahal kalau di pasar, itu 35 ribu. Saya beli banyak supaya bisa simpan karena kalau bawang ini kita bisa jemur saja dan simpan baik-baik. Minyak goreng dan beras juga saya sudah beli, supaya nanti tinggal beli bahan yang lainnya. Karena kalau natal dan tahun baru itu pasti keluarga saya banyak yang kumpul di rumah,” ungkap Serfina kepada Salam Papua. (Acik

Tinggalkan Balasan