Produksi Telur Lokal Mencukupi Kebutuhan Masyarakat Mimika

Daftar ketersediaan daging sapi, ayam dan telur
menjelang Natal dan Tahun Baru 2018.(Acik)

SAPA (TIMIKA) – Produksi telur ayam lokal dari 110 pengusaha ayam petelur yang tergabung dalam Himpunan Peternak Unggas Kabupaten Mimika (Hipukami), semakin hari terus meningkat dengan capaian 8,7 ton per bulan. Jumlah tersebut tentunya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Mimika ataupun pasokan ke PT Freeport Indonesia.

Wakil Ketua II Hipukami, Drh. Budi Rahardjo mengatakan, peningkatan produksi telur lokal ini dikarenakan sejak  sejak  tahun 2016 lalu, Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Mimika  melalui Dinas Peternakan (Disnak), telah mengeluarkan regulasi yang memberhentikan pasokan telur dari luar Mimika seperti dari pulau Jawa dan daerah lainnya di Indonesia.

“Kami bersyukur dengan regulasi yang dibuat oleh Disnak, karena saat ini Hipukami bisa memproduksi telur lokal sebanyak 8,7 ton per bulan dari 110 anggota yang menggeluti usaha ayam petelur. Jumlah produksi itu saya pikir sudah sangat cukup untuk kebutuhan kita di Mimika,” ungkap Budi saat mengikuti Pasar Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Mimika di halaman kantor DKP, Jalan Poros SP5, Kamis (6/12).

Menurut dia, dengan adanya regulasi itu, bukan hanya untuk meningkatkan produksi ataupun pendayagunaan telur dan ayam pedaging lokal, tetapi juga mencegah masuknya virus flu burung melalui ayam yang dipasokan dari luar tersebut.

Sedangkan untuk ayam pedaging, hingga saat ini belum terorganisir secara maksimal, karena khusus anggota dengan usaha ayam pedaging ini baru dibina sejak pertengahan tahun 2018. Akan tetapi, jika jumlah pengusaha ayam pedaging telah banyak, maka  Pemkab dalam hal ini Disnak akan berupaya untuk mengurangi pasokan ayam pedaging yang didatangkan dari luar Mimika.

“Selama ini produksi ayam potong ini tergantung kebutuhan masyarakat saja, karena yang  berdasarkan informasi terakhir, jumlah pasokan yang dari luar itu sekitar dua puluh kontener. Itu berarti  dari luar itu dipasokan hingga 300an ribu ekor. Sedangkan hasil produksi kita di sini baru 40an ribu ekor saja per satu periode atau dua bulanan dan itu masih belum terlalu banyak, karena baru 20 ribuan ekor per bulan,” katanya.

Ia mengharapakan, agar selanjutnya produksi  ayam pedaging  yang diproduksi Hipukami bisa lebih melimpah agar persediaan di Mimika tidak lagi dipasokan dari luar.

“Karena kalau masyarakat Mimika konsumsi  daging ayam lokal itu akan leih segar dan bersih. Sementara kalau dari luar itu kita tidak tahu seperti apa, karena sudah bongkar muat di kapal dan membeku terlalu lama,” jelasnya.

Sedangkan Kadisnak Mimika, Ir. Yosefina Sampelino mengatakan, hingga saat ini produksi telur per hari di Mimika bisa mencapai 9 ton per hari.

Yosefina juga mengatakan, stok daging ayam beku di supplier per tanggal 30 November   2018 mencapai 2223.500 kg. rencana pasokan daging ayam pada bulan Desember 2018 sebanyak 354.000 kg.

Untuk daging sapi stok di supplier per tanggal 30 november sebanyak 3000 kg dan renana pasokan di bulan desember sebanyak 5000 kg.

“Itu berarti ketersediaan telur, daging ayam dan daging sapi di Mimika menjelang natal dan tahun baru sudah mencukupi,” jelasnya. (Acik

Tinggalkan Balasan