Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Perahu Dinkes Diyakini Bisa Terbukti

Ketua TP4D Kejari Mimika, Yasozisokhi  Zebua, SH.

SAPA (TIMIKA) -  Tiga tersangka korupsi pengadan perahu pelayanan kesehatan keliling wilayah pesisir Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika diyakini bisa terbukti bersalah dan dijerat hukum.

Hal ini diyakini berdasarkan alur penelusuran hukum  oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Timika  atas pengadaan 16 unit perahu dengan dugaan penyelewengan anggaran sebesar Rp 6,394 miliar di tahun 2016 lalu.

“Sekarang kasus itu sedang dalam upaya kasasi di MA, tapi saya sangat yakin dalam waktu dekat pasti akan turun putusan MA dan masalah itu menjadi inkrah, berarti tinggal dieksekusi. Saya secara pribadi sangat yakin itu pasti  terbukti. Ini saya katakan, karena kebetulan masuk dalam tim penyelidikan kasus itu. Dari situ kita bisa membaca bagaimana isi dari kasus itu”  kata Kasi Intelijen Kejari  Kota Mimika, Yasozisokhi  Zebua, SH di Kantor Kejari, Jalan Agimuga Mile 32, Jumat (7/12).

Ia mengatakan, di tahun 2018 Kejari Kota Timika tidak menangani kasus lain selain kasus pengadaan perahu untuk pusling tersebut. Sebab, meski  secara aturannya, dahulu Kejaksaan memiliki target 531 yang artinya disetiap tahun harus menangani kasus korupsi dengan pembagian 5 di Kejaksaan Tinggi, 3 di tingkat Kejari dan 1 di tingkat cabang  Kejari. Namun, hal tersebut tidak  lagi diterapkan, lantaran saat ini lebih fokus pada tindak pencegahan. Sebab, jika berbicara persoalan penindakan itu tidak akan ada habisnya.

“Tindak pencegahan ini merupakan program dari Kejagung. Karena itu salah satunya adalah dibentuknya TP4D untuk melakukan pengawalan-pengawalan agar jangan ada penyimpangan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang merugikan uang negara,” jelasnya. (Acik)

Tinggalkan Balasan