Bupati Diminta Tegakkan Keadilan, Tutup Semua Distributor Miras

Pendeta Isak Onawame (Foto-Salma)
“Bupati Pilih Kasih, Ada Apa Dibalik Ini?”

SAPA (TIMIKA) – Salah satu tokoh di Kabupaten Mimika, Pendeta Isak Onawame meminta kepada Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng agar menegakkan keadilan dalam peraturan pelarangan pendistribusian minuman keras (Miras) atau minuman beralkohol di Mimika. Di mana, ada tiga distributor miras di Mimika yakni PT Irian Jaya Sehat (IJS), Pangansari Utama (PSU) dan Bram Bersaudara semuanya harus ditutup. Hal tersebut menyusul adanya pencabutan rekomendasi penjualan miras oleh bupati terhadap salah satu dari tiga distributor tersebut.

“Saya tidak memihak siapa yang di tutup dan di buka, tapi saya merasa itu salah. Bupati kalau larang, harus merata, jangan cuma satu saja sementara lainnya diizinkan, seperti 66 (Bram Bersaudara-Red),” ujar Isak Onawame ketika ditemui wartawan dibilangan Jalan C. Heatubun, pada Sabtu (15/12).

Berdasarkan pengamatan, kata Pendeta Isak, sikap Bupati Eltinus Omaleng yang dinilai pilih kasih tersebut, jelas akan memunculkan adanya kesenjangan sosial antar sesama sehingga berpengaruh pada situasi kamtibmas Mimika.

“Karena nanti akan ada konflik, kecemburuan, itu pasti ada. Kenapa dia bisa dan saya tidak. Distributor lain terutama yang paling besar juga harus ditutup. Itu pengamatan saya. Bupati seharusnya menciptakan suasana aman bagi semua pihak,” ujarnya.

“Semua pasti punya usaha. Jangan distributor itu diperbolehkan sementara lainnya tidak. Untuk minuman keras, lebih baik tutup semua itu. Pertama yang harus ditutup itu yang paling besar. Ini tidak benar. Ini berarti bupati pilih kasih, ada apa dibalik ini?” ujarnya menambahkan.

Sekedar diketahui, sebelumnya Bupati Mimika Eltinus Omaleng mencabut rekomendasi penjualan minuman beralkohol golongan A, B dan C milik PT IJS melalui surat Nomor 510/545 tertanggal 31 Juli 2018, perihal Pencabutan Rekomendasi Nomor: 510 / 1028 tanggal 2 Oktober 2017 tentang pemberian persetujuan kepada distributor atau "stockist" pemasok minuman beralkohol golongan A, B dan C ke wilayah Kabupaten Mimika.

Surat itu ditujukan kepada Alfisyah Likadinata, Direktur PT IJS yang beralamat di Jalan Nenas No.19, Kelurahan Timika Jaya, dan dilanjutkan dengan penyegelan pintu gudang dan tiga pintu kios dingin milik PT IJS pada 21 Agustus 2018.

Menyikapi hal tersebut, PT IJS mencari keadilan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura guna menguji sah tidaknya tindakan pencabutan rekomendasi penjualan minuman beralkohol PT IJS oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng. (Salma)

Tinggalkan Balasan