Kapal Tanker Rajin Kandas, Dishub Tidak Agendakan Pengerukan Alur Pelayaran

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Yan S. Purba. (Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) - Meski dalam beberapa bulan terakhir telah terjadi polemik kapal tanker kandas di muara Poumako yang menyebabkan terhambatnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke Kabupaten Mimika, Dinas Perhubungan (Dishub) tidak mengagendakan pengerukan alur pelayaran untuk memperlancar keluar dan masuk kapal diwilayah itu.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mimika, Yan S. Purba mengaku, untuk saat ini pihaknya tidak mengagendakan pengerukan alur pelayaran di wilayah pelabuhan Poumako. Ditambah lagi hingga saat ini Dishub Mimika tidak memiliki alat deteksi terjadinya pendangkalan pada wilayah perairan (laut).

“Kandasnya kapal tanker pengangkut BBM yang selama ini terjadi murni dikarenakan kondisi air laut yang surut, sehingga kapal tanker sulit masuk ke alur dangkal. Kemungkinan kapal berada di posisi yang terlalu mepet ke bibir pantai, sehingga begitu air laut surut, langsung kandas. Kita tidak ada agenda untuk melakukan pengerukan. Sekarang kita belum ada alat pengukur pendangkalan,” ungkap Yan saat ditemui usai menghadiri pengesahan APBD Mimika tahun 2019 di Gedung DPRD, Jalan Cenderawasih, pada Jumat (14/12).

Ia menuturkan bahwa selama ini pihaknya hanya melakukan proyek pengerukan sungai jalur penghubung ke distrik-distrik pelayanan. Meski kini telah ada yang telah diselesaikan 100 persen, akan tetapi masih banyak tahapan yang harus dilakukan karena yang telah diselesaikan berdasarkan anggaran yang tersedia.

“Kita sudah selesaikan pengerukan sungai ke Kaokonao dan beberapa kampung lainnya supaya tidak menghambat akses transportasi sungai,” tuturnya. (Acik)

Tinggalkan Balasan