Infrastruktur Jalan Demi Mudik Terbaik

Opini
Oleh Abdul Kadir *)

DALAM setahun, ada waktu-waktu tertentu yang membuat kesiapan infrastruktur jalan menjadi perbincangan yang lebih seksi, yakni ketika menjelang Idul Fitri, Idul Adha hingga Natal dan Tahun Baru. Besarnya jumlah pemudik yang hilir mudik dan upaya seluruh pihak untuk terhindar dari kecelakaan yang mendatangkan korban yang tidak sedikit, menjadi hal yang tentunya masuk akal dan realistis bagi semua saja untuk lebih fokus memperhatikan persoalan yang satu itu.

Seolah menjadi tradisi setiap tahun, proses perbaikan infrastruktur jalan juga akan lebih ramai ketika menjelang waktu-waktu tertentu tersebut.

Sebaliknya, setelah berakhirnya masa mudik dan arus balik, progres perbaikan jalan biasanya secara pelan-pelan mengalami penurunan. Apakah itu karena hajatan sudah selesai ataukah memang karena anggaran yang sudah tidak tersedia? Namun, bagaimana pun progres perbaikan infrastruktur jalan, satu tujuan dan harapan dari masyarakat agar bisa selamat dalam perjalanan dan kembali berkumpul bersama orang-orang tercinta di rumah.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII Makassar Miftahul Munir pada Oktober lalu menyampaikan ke Gubernur Sulsel terkait dengan penanganan jalan nasional di Sulsel yang sepanjang 1.745,92 kilometer.

Menurut dia, ada dua jenis jalan pengerasan, yakni aspal dan rigid (beton). Berdasarkan jenis pengerasan, aspal 1.593,4 kilometer dan rigid 152,5 kilometer.

Kondisi jalan nasional Sulsel semester dua tahun 2017 disebutkan dalam kondisi mantap yang merupakan jalan baik dan sedang 1.588,72 kilometer (91 persen).

Sebaliknya kondisi tidak mantap yang merupakan jalan yang rusak ringan dan rusak berat 157,20 kilometer atau sebanyak sembilan persen.

Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) juga sudah melakukan berbagai upaya nyata dalam perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Kepala BPTD Wilayah XIX Provinsi Sulselbar Benny Nurdin Yusuf mengatakan pihaknya telah melengkapi beberapa rambu jalan atau tanda untuk memudahkan pengguna jalan.

Kelengkapan itu, di antaranya memberi marka jalan, pemberian gadril atau pagar pengaman di beberapa ruas jalan yang dianggap membahayakan atau pernah terjadi kecelakaan, pemberian patok, lampu jalan, rambu-rambu, jalur penyeberangan, hingga pemulihan simpang tiga dan empat.

Khusus untuk pemberian pagar pengaman, pihaknya telah memasang di daerah Camba, Kabupaten Maros dan Tape Jawa di Kabupaten Takalar.

Kedua daerah itu belum lama ini telah terjadi kecelakaan di mana kendaraan masuk jurang. Pemberian pagar besi atau gadril diharapkan bisa menahan kendaraan agar tidak sampai jatuh ke jurang.

"Kami sudah melakukan berbagai upaya dalam menjaga keselamatan berkendara. Untuk pemasangan gadril telah kita lakukan khususnya di dua daerah yang sebelumnya telah terjadi kecelakaan, yakni di Camba dan Tape Jawa," ujarnya.

Pihaknya juga terus mengingatkan para pengusaha otobus untuk segera melengkapi kekurangan kendaraan agar laik jalan dan melayani pemudik tahun ini. BPTD tentunya akan bertindak tegas jika menemukan kendaraan yang tetap dioperasikan meski dalam kondisi tidak laik jalan.

Bukan hanya kendaraan darat, otoritas pelabuhan, seperti di Selayar, juga menjadi perhatian karena sering terjadi kecelakaan kapal tenggelam seperti beberapa waktu lalu.

Waktu beberapa hari sebelum Natal dan Tahun Baru seharusnya bisa dimanfaatkan dan dioptimalkan dengan baik oleh para pengusaha otobus agar bisa tetap beroperasi melayani pemudik.

Selain itu, persyaratan teknis seperti tidak dilengkapi sabuk keselamatan, ban gundul, sistem penerangan tidak sempurna, dan wiper tidak berfungsi, lampu mundur, pemecah kaca juga tidak sedikit sehingga perlu segera diperbaiki.

Bus Cadangan PD Terminal Makassar Metro meminta pengusaha otobus untuk menyediakan bus cadangan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Direktur Operasional PD Terminal Makassar Metro Rizal Rahman memprediksi peningkatab atau lonjakan penumpang menjelang akhir tahun ini akan dimulai sekitar 20 hingga 30 Desember 2018.

"Seperti biasa, untuk musim mudik tentunya akan membutuhkan banyak kendaraan sehingga kami meminta kepada para pengusaha transportasi untuk menyiapkan bus cadangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan," katanya.

Terkait dengan kesiapan terminal, dirinya mengaku sudah melakukan sesuai prosedur tetap.

Pengalaman melayani penumpang mudik yang terjadi setiap tahun juga diharapkan bisa memberikan rasa nyaman bagi masyarakat saat berada di dalam terminal.

Penyediaan sarana dan prasarana pendukung seperti ruang tunggu yang nyaman ataupun toliet yang bersih menjadi fokus bagi pihak terminal sebagai bagian layanan terbaik kepada para penumpang bus.

Hal yang juga penting, para pengusaha otobus harus selalu diingatkan untuk menyiapkan kendaraan yang layak digunakan demi menjamin keselamatan penumpang. *) Antara

Tinggalkan Balasan