Kunjungan kasih pemuda Ikemas Kei ke TOR Santo Paulus Wadio

Papua No. 1 News Portal | Jubi , Nabire, Jubi – Jelang perayaan Natal 25 Desember 2018, pemuda Ikatan Keluarga Masyarakat  (Ikemas) Kei di Nabire mengunjungi seminari Tahun Orian Rohani (TOR) Santo Paulus atau sekolah pastor di Kampung Wadio Nabire. Kedatangan mereka didampingi sesepuh Ikemas Kei, Joko Takerubun, dan diterima Direktur TOR Santo Paulus, Pastor Yanuarius Dou. Dalam kunjungankasih tersebut, pemuda Ikemas Kei memberikan bantuan berupa beras, mie, minyak tanah, minyak goreng, kue, dan bahan makanan lainnya. Koordinator pemuda Ikemas Kei, Yohanen Komboi Renyaan, mengatakan bantuan yang diberikan kepada TOR Santo Paulus merupakan sumbangan sukarela yang dari masyarakat Kei yang berdomisili di Nabire. “Ini ide dari beberapa pemuda untuk ke sini, lalu kami sepakati dan menggalang bantuan dari masyarakat Kei yang ada dan sepakat hari ini antar,” ujar Renyaan, di Nabire, Minggu (23/12/2018). Menurutnya, inisiatif untuk memberikan sumbangan ini mengingat para siswa TOR Santo Paulus jauh dari orangtua. Mereka diasingkan untuk mempersiapkan diri sebagai imam Katolik. “Kami kunjungi mereka sebagai calom imam atau pastor dan jauh dari keluarga, juga selain bersilaturahmi dalam rangka Natal,” terangnya. Sesepuh Ikemas Kei, Joko Tekerubun, mengatakan bangga dan mengapresiasi kreasi dari pemuda Kei dalam berbagi kasih kepada calon-calon pastor. Inisiatif selalu dari anak muda dan ke depannya jangan hanya anak muda tetapi orang tua juga terlibat. “Jadi kami orang tua sangan mendukung cara berbagi kasih dengan para mahasiswa TOR Santo Paulus, yang sedang jauh dari keluarga dan orangtua. Dengan adanya kunjungan kasih ini semoga bisa menambah semangat mereka agar lebih berjuang tanpa putus asa sampai kepada imam untuk melayani umatnya,” ujar mantan Sekda Nabire ini. Direktur TOR Santo Paulus, Pastor Yanuarius Dou, mengucapkan terima kasih atas kunjungan kasih pemuda Kei dan perhatiannya pada TOR Santo Paulus. “Atas mana lembaga, saya ucapkan terima kasih atas bantuan dan kunjungan kepada kami keluarga besar TOR Santo Paulus dari anak-anak muda Kei sebagai bentuk kepedulian dari umat,” ucapnya. Kunjungan ini, kata Pastor Dou, merupakan bentuk ungkapan dari umat terhadap imam dan calon imam yang sedang dipersiapkan. “Ini mengungkapkan bahwa ikatan orang muda Kei merupakan ikatan yang cukup solid dalam bentuk kerja sama dalam kesatuan. Kunjungan ini adalah satu kejutan Natal sebab mereka tidak informasi terlebih dahulu,” katanya. Saat ini, kata Pastor Dou, TOR Santo Paulus memiliki 12 siswa calon frater (setingkat di bawah pastor), yang berasal dari tiga keuskupan dari lima keuskupan yang ada di regium Papua, yakni Keuskupan Jayapura ada empat calon frater, Keuskupan Sorong empat calon frater, dan Keuskupan Timika empat calon frater. “Untuk Keuskupan Jayapura, dua frater dari Pegunungan Bintang, satu dari Jawa Kei, satunya dari Flores. Keuskupan Sorong dua dari Fakfak, satu Aifat, dan satu lagi Flores. Sementara dari Keuskupan Timika dua dari Paniai, satu dari Kei, dan satu dari Timor Leste,” terangnya. ...

Tinggalkan Balasan