Dewan Minta Pemprov Seriusi Kesiapan PON XX

JAYAPURA (PT) – Sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2020, maka Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten/Kota diminta menseriusi kesiapan pelaksanaan event olahraga terbesar di Indonesia itu.

Anggota Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau mengatakan, hingga kini masih banyak pekerjaan rumah terkait kesiapan PON, yang harus diselesaikan, terutama terkait kesiapan venue cabang olahraga.

“Ini tahun baru, juga anggaran baru sehingga kami minta pemprov, pemkab/pemkot yang menjadi tempat pelaksanaan pertandingan PON perlu serius,” kata Thomas Sondegau, Jumat (11/1).

Thomas Sondegau mengingatkan agar jangan sampai ketika waktu pelaksanaan PON tiba, namun masih banyak hal yang tidak tuntas.

Sebab, kondisi itu dinilai akan menghambat suksesi pelaksanaan PON di Papua.

“Ini waktu tinggal satu tahun. Jangan sampai dari provinsi lain menertawakan kita nantinya. Jadi, akhir tahun ini, sudah harus dipresentasikan berapa persen kesiapan, karena 2020 sudah masuk tahap persiapan pelaksanaan,” tandas Thomas.

Apalagi, kata Thomas, dinas terkait di provinsi yang mendapat tanggung jawab penuh untuk menyiapkan fasilitas utama dan sarana pendukung PON, harus bergerak cepat menyelesaikan tugasnya.

“Setidaknya awal, 2020 sudah harus tuntas. Jangan sampai saat menjelang pelaksanaan PON masih ada hal yang belum beres. Termasuk masalah hotel atau tempat penginapan atlet, akomodasi dan lainnya,” ujar Thomas.

Sementara Ketua Panitia Besar (PB) PON, Yunus Wonda mengatakan, semua pihak harus optimis pelaksanaan PON di Papua akan sukses.

“Beberapa daerah yang menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga misalnya di Jayapura sudah sementara dibangun venue. Beberapa daerah lainnya venue yang ada hanya akan direhab,” kata Wonda.

Meskipun venue PON di berbagai daerah sebagain besar telah dikerjakan.

Namun kata Yunus Wonda, pembangunan itu bukan ranah PB PON tapi dinas terkait di provinsi.

“Kami PB PON hanya bekerja saat penyelenggaraan. Dinas Olahraga dan Pemuda lebih pada penyiapan venue, KONI menyiapkan atlet dan pemerintah menyiapkan secara keseluruhan,” pungkasnya. (ara/rm)

Tinggalkan Balasan