Dua Caleg Beda Partai di Jayawijaya Ajak Stop Kampanye Hitam

WAMENA (PT) – Seluruh calon legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayawijaya diharap memberikan pendidikan politik melalui kampanye secara bermartabat kepada masyarakat di Lembah Baliem.

Demikian harapan, Martinus Itlay, salah satu caleg DPRD Jayawijaya dari Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), bersama Maximus Itlay, caleg dari Partai Nasdem dalam sosialisasinya bersama di Welagasima, Kampung Sabulama, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (9/2).

Dalam sambutannya, Martinus Itlay melihat banyak caleg yang masuk baik di tingkat kabupaten maupun nasional saling menjatuhkan dengan melakukan kampanye hitam (black campain).

Padahal, tegas Martinus Itlay, hal itu tidak dibenarkan dan menjadi pelajaran yang negatif bagi masyarakat dalam demokrasi.

“Saya mengajak kepada teman-teman caleg untuk melakukan kampanye atau sosialisasi secara sehat. Ini sangat penting dan wajib dilakukan oleh semua peserta pemilu,” tegas Caleg Dapil satu nomor urut 8 itu.

Martinus Itlay tak menginginkan kampanye negatif yang dibangun oleh oknum itu, akan mempengaruhi masyarakat dalam mengambil keputusan dalam hal ini memilih caleg yang tidak berkualitas dan tidak memiliki hati untuk membangun Jayawijaya.

“Saya selaku caleg sesuai visi dan misi saya Ninai Hanorasuok (membangun rumah besar Jayawijaya bersama-sama, bahasa Dani) berharap hasil dari Pileg nanti menghasilkan sosok wakil rakyat yang berkualitas,” pungkasnya.

Senada, Maximus Itlay, selaku Caleg dari Partai NasDem nomor urut 9 itu, mengapresiasi dalam sosialisasi bersama dengan Caleg Partai Garuda, Martinus Itlay, meski beda partai.

“Di sini, kami ingin memberitahu kepada caleg lain maupun masyarakat di Papua bahwa beda partai itu tidak harus membuat kita bermusuhan dan melakukan kampanye negatif. Kami ingin memberitahu masyarakat bahwa hubungan kekeluargaan dan kebersamaan itu lebih penting diatas segalanya termasuk kepentingan politik apapun,” tegasnya.

Menurut Maximus Itlay, langkah dirinya dan Martinus Itlay dari honai yang sama masuk dalam bertarung untuk merebut kursi di DPRD, berangkat dari keperihatinan pembangunan selama ini.

“Kami yang muda ingin membuat perubahan dan komitmen membangun Lembah Baliem yang baik dari hari kemarin,” ujar Maximus Itlay yang masuk dari Dapil 4 (empat) itu.

Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh masyarakat Lembah Baliem yang hadir turut berpesan agar partai maupun caleg dapat melaksanakan kampanye secara sehat.

Seperti ajakan salah satu tokoh agama, Pendeta Herman.

Menurutnya, untuk mendapatkan simpati masyarakat, sebaiknya para caleg harus bekerja jujur.

“Yang menentukan siapa yang lolos dan tidak itu sudah dicatat. Itu keputusan yang maha kuasa,” imbuhnya. (man/rm)

Tinggalkan Balasan