Bengkel dan Klinik Harus Miliki Izin Lingkungan Hidup

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Limi Mokodompit. (Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Limi Mokodompit mengatakan setiap bangunan usaha bengkel dan klinik harus mempunyai izin lingkungan hidup.

Izin tersebut dapat diurus pada dinas terkait. Jika tidak diurus maka hal tersebut tentunya telah melanggar aturan yang berlaku. Sementara untuk bangunan bengkel dan klinik yang sudah terlanjut beroperasi akan diarahkan agar dapat menyusun Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH).

“Kita akan panggil mereka yang belum punya izin, kita akan arahkan mereka untuk segera menyusun DPLH. Artinya, mereka yang sudah terlanjur kita juga harus kasih mereka ruang, jangan kita langsung main bongkar-bongkar saja, itu tidak boleh,”kata Limi saat ditemui awak media usai mengikuti kegiatan disalah satu hotel dibilangan Jalan Cenderawasih beberapa waktu lalu.

Limi mengakui dari sekian banyak usaha bengkel dan klinik yang ada di Kabupaten Mimika, sebagiannya telah memiliki izin lingkungan hidup dan telah menyusun DPLH. Namun masih banyak juga yang belum memiliki izin tersebut.

Di mana, jelas Limi, didalam DPLH terdapat perjanjian-perjanjian yang harus dipatuhi oleh pemilik usaha bengkel dan klinik, misalkan terkait pengelolaan limbah seperti oli bekas pada bengkel. Oli harus diisi dan simpan pada tempat yang aman agar tidak tercecer sembarangan.

“Jika tidak punya DPLH tersebut maka kita tidak punya standar untuk melakukan pengawasan terhadap usaha-usaha tersebut,” ujarnya.

Jika yang melanggar dan tidak ingin mematuhi aturan yang ada, DLH akan berkoordinasi bersama Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) untuk menertibkan bangunan bengkel dan klinik yang dimaksud. (Jefri Manehat) 

Tinggalkan Balasan