Pemprov Papua Pasang Alat Pendeteksi Keaslian KTP-E

Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua, Ribka Haluk .(Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA) - Pemerintah Provinsi Papua telah memasang alat pendeteksi (card reader) kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E) untuk mengetahui keaslian identitas diri warga di wilayahnya.

Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua, Ribka Haluk di Jayapura, Senin (11/2), mengatakan pemasangan alat itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Pasal 96 tentang Administrasi Kependudukan.

"Dalam undang-undang tersebut, para pelaku pemalsuan KTP terancam hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar," katanya.

Menurut Ribka, pihaknya memastikan jika alat pendeteksi keaslian KTP-E ini hanya dimiliki atau sementara ini berada di Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua.

"Sedangkan pada Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil di kabupaten serta kota, alat pendeteksi ini belum ada, di mana setiap tamu yang datang dimintakan KTP-E -nya lalu dimasukan di dalam 'card reader' nanti akan terbaca mana asli dan palsu," ujarnya.

Dia menjelaskan jadi "card reader" pendeteksi KTP-E asli atau palsu ini memiliki pengaman yang tinggi, sehingga jika ingin dipalsukan dengan cara apapun tetap ketahuan.
"Jadi hati-hati saja masyarakat yang ingin coba-coba memalsukan KTP-E, tetap bagaimanapun akan dideteksi sampai di manapun dia akan pergi, akan terbaca," katanya.

Dia menambahkan pihaknya telah menemukan pemalsuan dan penyalahgunaan KTP-E di Kabupaten Paniai, di mana Dinsosdukcapil sudah membuat surat teguran, ke depan akan terus dipantau. (Antara)

Tinggalkan Balasan