BKD Jayawijaya Masih Verifikasi Keabsahan Ijazah Pencari Kerja

Kepala BKD Jayawijaya, Hironimus Huby. (Foto-Cepos.line)

SAPA (WAMENA) - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua masih memverifikasi keabsahan ijazah sejumlah pencari kerja yang telah mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CASN).

Kepala BKD Jayawijaya, Hironimus Huby di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (12/6), mengatakan verifikasi masih dilakukan dengan teliti, sehingga belum dilakukan pengumuman seleksi berkas.

Ia memastikan hal-hal yang dilihat adalah legalitas ijazah maupun mengecek keanggotaan perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah tersebut sudah terdaftar di Dikti atau belum.

"Karna kalau nantinya jika kita salah lakukan hasil verifikasi dan yang bersangkutan dinyatakan lulus, namun ijazah yang di perguruan tinggi belum terdaftar di Dikti maka nanti berkasnya akan dikembalikan," sebutnya.

Ia juga mengakui buruknya koneksi internet yang masih terus terjadi di Jayawijaya mempengaruhi verifikasi data pencari kerja.

"Secepatnya kami umumkan. Nanti akan dijelaskan alasan bagi yang tidak lolos agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kita mau umumkan misalnya besok tapikan kalau jaringan tidak bagus sama sajah tidak bisa akses makanya kita persiapkan baik-baik dulu sehingga saya harap pencari kerja harus sabar karna pasti kita umumkan," jelasnya.

Sekretaris Daerah Jayawijaya, Yohanis Walilo mengatakan untuk tahapan tes akan dilakukan Juli 2019, atau tidak akan bersamaan dengan kabupaten lain yang akan dilakukan pada 19 Juni 2019.

"Sambil menunggu kami mulai persiapan tempat dan tanggal 12 tim dari BKN datang ke Jayawijaya untuk survei lokasi tes yang kita siapkan di SMK Yapis Wamena," ujarnya.

Data terakhir pencari kerja yang telah memasukan berkas ke BKD Jayawijaya adalah 3.302 orang namun tidak semuanya akan lolos pada seleksi berkas.

"Rencana tesnya dilakukan lima hari, dengan peserta 600 per hari secara bergantian hingga semua mengikuti tes," tambahnya. (Antara)

Tinggalkan Balasan