Pemkab Kupang Fasilitas Penyelesaian Konflik Dua Perguruan Silat

Wakil Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jerry Manafe. (Foto-Antara)

SAPA (KUPANG) - Wakil Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jerry Manafe mengatakan, pemerintah siap memfasilitasi pertemuan dengan kedua perguruan silat yang terlibat bentrok hingga menyebabkan satu korban meninggal dan empat pesilat luka-luka terkena bidikan anak panah pada Kamis (6/6) lalu.

"Pemerintah akan memfasilitasi pertemuan dengan kedua belah pihak yang terlibat konflik sehingga kasus itu tidak terus berlarut," kata Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe ketika dihubungi, Rabu (12/6).

Jerry Manafe mengatakan hal itu terkait permintaan DPRD Kabupaten Kupang agar pemerintah dapat memfasilitasi pertemuan guna menyelesaikan konflik yang terjadi diantara kedua perguruan silat yang sering terlibat konflik hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa selama empat tahun terakhir.

Jerry Manafe mengatakan, proses mediasi dilakukan pemerintah sebagai upaya menyelesaikan persoalan diantara kedua perguruan silat itu sehingga tidak memunculkan adanya persoalan baru.

Mantan wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini mengatakan kedua perguruan silat yang terlibat bentrok yaitu PSHT dan Kera Sakti akan dibina pemerintah setempat, sehingga cabang olahraga persilatan itu dapat memberikan kontribusi positif terhadap kegiatan olah raga di wilayah yang berbatasan dengan Ocusse, Timor Leste itu.

"Dinas Pemuda dan Olah raga nantinya yang terus membina kedua perguruan silat itu sehingga keberadaan mereka memiliki manfaat bagi perkembangan olah raga di Kabupaten Kupang," tegas Jerry.

Menurut dia, persoalan yang terjadi pada 6 Juni 2019 yang menyebabkan tewasnya Ramos Horta Sores (19), warga RT 22/RW 09, Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur merupakan murni kasus kriminal. (Antara)

Tinggalkan Balasan