Bupati Jayapura: Urus ribuan orang tidak mudah

Pencarian jenazah korban bencana di Kemiri – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, akhirnya angkat bicara terkait banyaknya rumor yang berkembang di tengah masyarakat terkait penggunaan dana bantuan bencana alam yang dikelolah oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Bupati dua periode ini mengatakan bantuan sejumlah pihak terkait bencana alam di daerah ini langsung ditangani oleh tim penanggulangan bencana yang sudah dibentuk. Baik bantuan berupa barang, sembako, fasilitas rumah tangga, dan lain sebagainya. Sementara untuk anggaran, langsung ditransfer melalui rekening tim penanggulangan bencana daerah.

Menurutnya, semua bantuan yang masuk dan keluar didata dan dicatat oleh tim yang bertugas saat itu juga, termasuk penggunaan anggarannya.

“Semuanya berjalan dengan sistematis, artinya ketika anggaran keluar dari kas, akan diketahui, oleh siapa dan peruntukkannya. Semua itu dapat dipertanggungjawabkan. Urus ribuan orang itu tidak mudah,” tegas Bupati Awoitauw, saat ditemui di Sentani, Senin (17/6/2019).

Dijelaskan, ketika bencana terjadi, pemerintah telah mengambil langkah dengan menentukan beberapa tahapan penanganan yang akan dilakukan. Selama 14 hari tanggap darurat, 21 hari tahap rekonsiliasi pasca bencana, dan tiga bulan untuk tahap relokasi dan pemulihan.

Di masa tanggap bencana, kata Awoitauw, banyak anggaran yang habis di sana untuk membantu para korban, semua rumah sakit dan dokter serta fasilitasnya digunakan, semua fasilitas alat berat dimanfaatkan, semua tenaga dokter dikerahkan, semua tenaga manusia yang bekerja mengangkat mayat, menggali liang kubur, peti jenazah, dan semua kelengkapannya disiapakan pemerintah.

“Dan itu tidak gratis, hampir Rp 1 miliar habis untuk tanggap darurat,” ungkapnya.

Untuk itu, Bupati Awoitauw juga berharap agar masyarakat berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah untuk mengetahui semua kejelasan tentang barang dan bantuan yang diberikan dari berbagai pihak.

“Tidak perlu berkoar-koar di media sosial yang hanya menambah opini publik terhadap apa yang sedang dikerjakan saat ini, padahal yang berkoar-koar ini selalu ada dalam setiap rapat koordinasi yang kita lakukan,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi, mengatakan semua bantuan berupa barang dan uang digunakan untuk kepentingan para korban bencana yang terdampak langsung.

“Tidak benar barang dan uang bantuan kemanusiaan digunakan di luar kepentingan masyarakat yang terdampak bencana, karena semuanya dapat dipertanggungjawabkan di kemudian hari,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

The post Bupati Jayapura: Urus ribuan orang tidak mudah appeared first on JUBI.

Tinggalkan Balasan