Yahukimo, Tolikara Dan Asmat Belum Integrasikan Jamkesda Ke JKN – KIS

Pemerintah menjamin kesehatan masyarakat melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN_KIS). 

SAPA (MANADO) - Tinggal empat kabupaten/kota di Indonesia yang belum mengkntegrasikan Jaminan Kesehatan Daerah (jamkesda) ke program Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS, sebut Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulutenggomalut, dr. Anurman Huda MM AAK, di Manado.

"Hingga periode 1 Juni 2019, jumlah kabupaten/kota yang telah mengintegrasikan program jamkesda ke JKN-KIS sebanyak 510 daerah, jadi tinggal empat kabupaten," ujar Anurman, Kamis (11/7).

Keempat daerah tersebut yaitu Kabupaten Malaka (Provinsi Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Asmat (Provinsi Papua).

Anurman mengatakan, keempat daerah tersebut telah dikunjungi saat masih bertugas di wilayah Indonesia timur, namun masih menunggu komitmen pemerintah setempat mengintegrasikan programnya ke JKN-KIS.

Anurman membandingkan integrasi program jamkesda ke JKN-KIS yang dimulai dari tahun 2014-2019 (1 Juni) dari setiap kabupaten dan kota di Indonesia.

Tahun 2014, jumlah peserta integrasi jamkesda sebanyak 8.682.540 orang dengan jumlah kabupaten/kota yang telah mengintegrasikan program sebanyak 179 daerah (335 daerah belum mengintegrasikan).

Di tahun berikutnya, jumlah peserta integrasi jamkesda sebanyak 11.170.610 orang dengan jumlah kabupaten/kota yang telah mengintegrasikan program sebanyak 299 daerah (215 daerah belum mengintegrasikan).

Selanjutnya di tahun 2016, jumlah peserta integrasi jamkesda meningkat sebanyak 15.151.350 orang dengan jumlah kabupaten/kota yang telah mengintegrasikan program sebanyak 380 daerah (134 daerah belum mengintegrasikan).

Di tahun 2017 juga terus mengalami peningkatan jumlah daerah yang mengintegrasikan program jamkesda ke JKN-KIS, di periode itu tercatat peserta sebanyak 20.241.768 orang, di mana sebanyak 482 daerah sudah mengintegrasikan program (32 daerah belum mengintegrasikan)

Sementara, di tahun 2018 tercatat peserta sebanyak 32.942.408 orang, di mana sebanyak 499 daerah sudah mengintegrasikan program (15 daerah belum mengintegrasikan).

"Hingga 1 Juni 2019, sebanyak 36.791.091 orang telah diintegrasikan dari program jamkesda ke JKN-KIS, kami berharap empat daerah bisa menyusul daerah lainnya, JKN-KIS besar manfaatnya bagi masyarakat," sebut Anurman. (Antara)

Tinggalkan Balasan