PT IJM – RSUD Haulussy Kerjasama Ketersediaan Oksigen

RSUD dr M. Haulussy yang dikelola Pemerintah Provinsi Maluku.(Foto-Antara)

SAPA (ANBON) - PT Irman Jaya Martabe (IJM) dan RSUD Dr M.Haulussy Ambon menjajaki kerja sama ketersediaan oksigen di rumah sakit.

"Kita menjajaki kerja sama dengan RSUD Haulussy terkait ketersediaan oksigen sehingga kedepan tidak terkendala pemasokan terutama "purity" atau kemurnian oksigen untuk membantu kamar operasi maupun ventilator atau alat bantu atau pendukung pernapasan," kata konsultan PT IJM, Juliana, di Ambon, Kamis.

Ia mengatakan, kerja sama yang dilakukan terkait tersedianya mesin produksi oksigen yang aman bagi pasien.

"Kita tidak memberikan solusi membeli mesin, tetapi kerja sama ketersediaan mesin, maintenance, operator, listrik yang menjadi tanggung jawab perusahaan, pihak RS hanya cukup menyiapkan lahan untuk produksi berupa gudang yang akan menjadi pabrik kecil," katanya.

Juliana menjelaskan, ketersediaan oksigen disesuaikan kebutuhan di RS, informasi yang diperoleh  penggunaan oksigen mencapai 700 hingga 800 tabung per bulan, karena itu pihaknya akan menyediakan 1.200 -1.600 tabung.

"Kita memikirkan jangka panjang dengan menyediakan tabung yang lebih dari kebutuhan, sehingga kedepan jika ada peningkatan pasien tidak terkendala stok oksigen," ujarnya.

Kerja sama ini sebelunya telah dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia seperti di RSUD Tidore, RS Bunda Gorontalo, di Manokwari, Bintuni, Papua Barat, dan dalam proses di provinsi NTT, Bali , Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara.

Selain itu penjajakan juga telah dilakukan di RSU Tulehu dan Rumah Sakit Tentara (RST) Ambon.Pihaknya berharap upaya kerja sama yang dilakukan di RSUD Haulussy mendapat respon positif dan diharapkan menjadi percontohan bagi RS maupun Puskemas di provinsi Maluku.

"Kita berharap kedepan RS lain ataupun puskesmas dapat melakukan kerjasama dengan RSUD untuk isi ulang tabung, karena yang kita jaga adalah "purity" karena kita sudah dapat sertifikat dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) dan layak produksi dari Kementerian Kesehatan," katanya.

Direktur RSUD Dr M.Haulussy Justini Pawa mengakui, pemasokan oksigen di RS saat ini diproduksi dua perusahaan yakni PT  Majakara dan PT Candi Suli Mitra Sejati.

"Dua perusahaan ini memproduksi oksigen bagi konsumsi pasien, selama ini tidak ada kendala berarti tetapi dalam kurun waktu tertentu tidak bisa menyediakan tabung oksigen untuk memenuhi permintaan setiap RS karena alatnya mengalami kerusakan," katanya.

Kerja sama yang dijajaki PT.IJM untuk menempatkan mesin oksigen generator untuk pemenuhan kebutuhan oksigen dalam lingkup RS, dirasakan akan lebih membantu.

Rata-rata sekitar 700 hingga 800 penggunaan tabung oksigen per bulan di RSUD, saat ini tabung yang dimiliki RSUD sebanyak 100.

Yang terpenting kata Justini adalah bagaimana ketersediaan pasokan oksigen terutama di kamar operasi, ruang ICU, HCU dan ICCU. Penggunaan ventilaor oksigen cukup banyak yakni 1 jam sebanyak 8 liter, dan satu tabung besar tidak sampai satu hari karena perawatan intensif sangat membantu pasien.

"Kerja sama ini penting tetapi semuanya juga tergantung keuangan daerah, prinsipnya kita akan melihat draf MOUnya," tandasnya.(Antara)

Tinggalkan Balasan