Kemelut Sriwijaya Air: Miliki Hutang 744 Milyar dan 15 Dari 36 Pesawat Tak Beroperasi

Maskapai Sriwijaya Air (Foto: Istimewa)
Papuabaratoke.com – Sriwijaya Air Group tercatat masih memiliki utang usaha kepada PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. Sebanyak US$ 52,51 atau sebesar Rp 744 Milyar per juni 2019.

Hal itu dikatakan Direktur keuangan Garuda Maintenance facility Aerosia, Edward Okky, sesuai laporan keuangan perseroan semester I/2019 yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, namun menurut Edward, dirinya masih enggan memberikan detail masa jatuh tempo penagihan utang kepada Sriwijaya Air “saya tidak bisa disclose, ada aturan kerahasiaan informasi,” tutur Edward, kamis (26/9/19).

Selain itu, Ketua Umum Asosiasi Serikat Pekerja Sriwijaya Air (Aspersi), Pritanto Ade Saputro mengatakan, Sriwijaya Air mengalami penurunan opersional pesawat setelah entitasnya di diera kemelut bisnis.

“Peristiwa ini tentu berdampak bagi operasional maskapai. Kami punya total 36 pesawat. Biasanya ada 27 pesawat beroperasi, kini tinggal 12,”  dengan begitu ada 15 pesawat yang tidak beroperasi, terang Pritanto. (dilansir dari tempo.co).

Sementara itu, jadwal Sriwijaya Air tujuan Manokwari diketahui hari ini batal terbang (cancel), belum dipastikan alasan pembatalan tujuan ke Manokwari.

(PBOKe/002)

 

The post Kemelut Sriwijaya Air: Miliki Hutang 744 Milyar dan 15 Dari 36 Pesawat Tak Beroperasi appeared first on PapuaBaratOKe.Com.

Tinggalkan Balasan