Banyak Pekerja Bar dan Timung ‘Bandel’ Periksa Infeksi Menular Seksual

Petugas KPA melakukan pemeriksaan penyakit infeksi menular seksual (IMS). (Foto: SAPA/Saldi)

SAPA (TIMIKA) - Di Kabupaten Mimika terdapat ratusan tempat pekerja seks komersial (PSK) alias pramuria. Dari ratusan tempat tersebut, kebanyakan pramuria pada bar dan timung (tempat pijat -Red) yang ‘bandel’ untuk melakukan pemeriksaan. Berbeda dengan lokalisasi Kilo 10,  yang rutin melakukan pemeriksaan penyakit infeksi menular seksual (IMS).


"Ada pramuria di beberapa bar maupun timung tidak melakukan pemeriksaan. Kalau lokalisasi (Kilo 10) itu mereka rutin, pemeriksaan dilakukan setiap Rabu dan Jumat," kata Penanggungjawab HIV dan IMS Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Yoan Tauran, Jumat (11/10).

Yoan menjelaskan, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2007 tentang penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Mimika, pemeriksaan penyakit IMS diharuskan bagi seluruh pramuria, terutama yang baru masuk ke Mimika.

Bahkan, menindaklanjuti Perda itu, tim dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) rutin melakukan kegiatan sosialisasi dibarengi pemeriksaan ke tempat-tempat yang terdapat pramuria.

"Ketika PSK atau pramuria baru masuk harus mendaftar di KPA, dan kemudian melaksanakan pemeriksaan sifilis," katanya.

"Kalau dia orang baru tiba, dia melakukan pemeriksaan. Kalau positif misalnya, dia pengobatan dulu selama dua minggu, setelah itu mami yang bertanggung jawab pulangkan. Kalau GO (Kencing nanah atau gorone) dan IMS itu pengobatan. Itukan bisa pengobatan tujuh sampai 14 hari. Kalau kena HIV tetap dipulangkan," terangnya. (Saldi)

Tinggalkan Balasan