Malaria Masih Tertinggi, Perlu Terapkan Pendidikan Kesehatan Dalam Keluarga

Humas RSUD, Luky Mahakena. (Foto: Dokumen SAPA)

SAPA (TIMIKA) – Humas RSUD Kabupaten Mimika, Luky Mahakena mejelaskan hingga saat ini penyakit malaria masih tertinggi dari 10 penyakit terbesar yang tercatat di RSUD. Untuk itu Luky mengatakan masyarakat harus terapkan pendidikan awal mengenai kesehatan di dalam keluarga.

“Akumulasi pasien yang terindikasi malaria kurang lebih 60 persen.  Pendidikan di dalam rumah tangga adalah sebuat proteksi yang paling penting untuk mewaspadai sehingga tidak menyebabkan malaria berulang-ulang,” jelas Luky Mahakena kepada Salam Papua, Senin (14/10) di RSUD Mimika.

Menurutnya, Indeks penyakit malaria bisa berulang ulang karena tingkat pendidikan kesehatan di dalam  keluarga kurang maksimal. Seharusnya ada tindakan pencegahan, kemudian lingkungan rumah yang bersih harus di awali dari dalam keluarga.

“Disamping itu juga harus ada dukungan penuh dari pemerintah. Harus lengkap memegang data akurat masyarakat, dan lakukan penyemprotan secara rutin,” tuturnya.

Berdasarkan data yang di peroleh Salam Papua, sepuluh penuakit terbesar rawat jalan dari Januari hingga September 2019 urutan pertama adalah Malaria Tropika, Malaria Tersiana, kemudian Common Cold, Dyspepsia, ISK, Gastroenteritis akut, Asthma Bronhiale, Myalgia, Viral Invection, Pulputis Irresible.

Sementara itu untuk rawat inap juga masih di dominasi oleh Malaria Tropika dan tersiana, kemudian DCA/GEA, CAP, ISK, Broncopneumonia, TB Paru BTA, Hipocalemia, Hipocalemia, Asthma Bronhiale, HT GR II. (Kristin)

Tinggalkan Balasan