Lakukan Penipuan, Dokter Gadungan Diringkus Polisi

Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia menunjukkan foto dokumentasi Hadi Susanto saat memeriksa pasien (Foto : SAPA/Salma)

SAPA (TIMIKA) – Kepolisian Resor (Polres) Mimika menangkap seorang dokter gadungan Klinik B-Care, Jalan Budi Utomo yang sudah tutup pada 2018 dan berganti nama menjadi Klinik Mitra Medika. 

Tersangka dokter gadungan yakni HS, ditangkap Satuan Reskrim Polres Mimika di Jalan Matoa pada 2 Oktober lalu berawal dari laporan warga terkait kasus dugaan penipuan perjanjian kerjasama pengadaan alat kesehatan.

Setelah dilakukan pengembangan penyelidikan polisi, HS kemudian terbukti telah menipu sejumlah pasien dengan melakukan praktik kedokteran (mengambil sampel darah, menyuntik, memasang infuse - red) dan mengaku sebagai dokter lulusan S1 Universitas Indonesia dan S3 Kedokteran luar negeri dan pernah praktik di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia menjelaskan bahwa HS telah bekerja di Klinik B-Care sejak 2012 hingga tahun 2018.  Dimana HS sengaja menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain yang menimbulkan kesan bagi masyarakat seolah-olah tersangka adalah dokter yang telah memiliki surat tanda registrasi atau izin praktek. 

“Setelah kita periksa, ternyata dia bukan dokter. HS berani menyuntik vitamin ke pasien. Ini sangat berbahaya, apabila pasien ini alergi terhadap obat maka bisa mengancam jiwa. Kita sita beragam alat kesehatan beserta kartu identitasnya. Dimana disitu tertera pekerjaan adalah dokter. Tapi setelah kita periksa ternyata tidak benar. Dia mengaku ijazahnya terbakar,” ujarnya dalam press release yang digelar di kantor pelayanan masyarakat Polres Mimika, Jumat (18/10).

Dikatakannya, HS pun tidak terdaftar di organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sehingga HS disebut bukan seorang dokter resmi. Melainkan hanya lulusan D3 analis kesehatan.

“Tindak pidana ini sebagaimana pada pasal 77 junto pasal 73 ayat 1, Undang undang RI nomor 29 tahun 2004, tentang praktek kedokteran dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. HS bisa dipidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp150 juta,” kata Wakapolres. (Salma)

Tinggalkan Balasan