Timika Sering Darurat Kekurangan Stok Darah, Dibutuhkan UTD yang Dikelola PMI

Ketua Pelaksana Harian PMI Cabang Mimika, Jaconis Manusiwa.( Foto: SAPA/Kristin)
SAPA (TIMIKA) - Ketua Pelaksana Harian PMI Cabang Mimika, Jaconis Manusiwa mengatakan Mimika darurat darah karena sering kali kekurangan stok darah. Hal ini dikarenakan Unit Transfusi Darah hanya dimiliki oleh Rumah Sakit (RS) tertentu seperti RSUD dan RSMM.

“Menyangkut darah ini, kami ingin supaya Dinas Kesehatan bersama dengan kami pihak PMI bisa melihat kebutuhan darah yang sering terjadi di Mimika ini supaya bisa dikelola oleh lembaga kemanusiaan yang netral dan siap melayani semua RS yang ada di Kabupaten Mimika, baik rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta,” kata Jaconis Manusiwa kepada Salam Papua, Sabtu (9/11).

Ia mengatakan UTD yang dikelola oleh PMI itu sudah ada didalam aturan. PMI mempunyai lisensi untuk mengelola UTD sehingga membantu pihak rumah sakit yang membutuhkan stok darah.

“Kita di Timika belum ada itu. Kalau sudah ada kerjasama antara pemerintah dan PMI untuk UTD yang netral tersebut, saya pikir bisa membantu kebutuhan darah di Mimika, karena dari RSUD tidak bisa kasih stok darahnya ke RSMM begitupun sebaliknya. Bahkan kami di sini selalu didatangi oleh orang, maupun beberapa rumah sakit swasta untuk meminta bantuan darah, namun kami tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada UTD netral yang dikelola oleh PMI,” ujarnya. 

Sehingga ia berharap kedepan PMI bisa membangun  kerjasama dengan Dinkes, sehingga pelayanan kesehatan di Mimika bisa lebih baik. (Kristin)

Tinggalkan Balasan