BPOM Mimika Temukan Produk Kosmetik Online yang Tidak Memiliki Izin Edar

Kepala BPOM Mimika, Herianto Baan, S.Si.,Apt (Foto: SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mimika terus melakukan pengawasan kosmetik online yang saat ini mulai marak terjadi di Kabupaten Mimika. 

Dari beberapa pengawasan yang dilakukan, BPOM menemukan dan menahan beberapa produk yang tidak memiliki Izin Edar yang siap untuk dipasarkan. Hal ini diungkapkan Kepala BPOM Mimika, Herianto Baan, S.Si.,Apt, Senin (18/11) di ruang kerjanya.

Ia mengatakan produk yang disita merupakan produk yang dikirim dari luar Provinsi Papua seperti Makassar dan juga Jawa yang terdiri dari ratusan picis yang berasal dari 4 atau 5 item dengan jumlah nilai ekonomi sekitar Rp 20 juta.

“Kita lakukan penelusuran secara online terus kita lakukan pemeriksaan dan ternyata produk-produk ini tidak memiliki izin edar makanya kita langsung tahan dan kita musnahkan,” katanya.

Penahanan produk yang tidak memiliki izin edar jelas Heri dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009  tentang kesehatan pasal 197 yakni bahwa barang siapa yang mengedarkan produk sediaan farmasi dalam hal ini kosmetik akan diancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar. 

Ia mengimbau pelaku usaha kosmetik online untuk berhati-hati terkait produk kosmetik yang diperjualbelikan. Pastikan produk tersebut terdaftar di BPOM, memiliki nomor izin edar serta menggunakan label yang memenuhi syarat seperti nama produk, komposisi, nomor izin.

“Ada beberapa yang kita temukan itu sebenarnya terdaftar tetapi dari segi label tidak memenuhi ketentuan makanya itu kita kembalikan ke pelaku usahanya untuk dikembalikan lagi ke distributornya untuk memperbaiki labelnya,” tuturnya.

Ia juga meminta agar konsumen cerdas dalam memilih dan membeli kosmetik karena apabila salah dalam memilih maka dampaknya akan sangat fatal. Menimbulkan kemerahan yang luar biasa pada wajah, memicu timbulnya jerawat sehingga menyebabkan wajah rusak. Jangan tertipu dengan testimoni yang diberikan dan juga dengan harga yang miring.

“Sebenarnya mereka sadar kalau produk yang mereka pasarkan itu tidak memiliki izin edar dan berbahaya tapi karena tergiur dengan uang karena banyak yang cari makanya mereka tidak peduli dengan bahayanya dan tetap pasarkan,” katanya. (Kristin)

Tinggalkan Balasan