MTQ Sebagai Ajang Silaturahmi

KEEROM (BINPA) – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VIII Kabupaten Keerom 2018, agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena MTQ sebagai ajang silaturahmi. Hal

Paska dan Pilkada

  USKUP  Keuskupan Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar OFM da lam pesan paskah 2018  dan Pilkada menyampaikan, Paskah merupakan pristiwa  keagamaan (iman), khususnya

Iklan Ucapan Hari Raya Paskah

Segenap Pimpinan PT. Bintang Media Papua dan Harian Umum Bintang Papua Beserta Seluruh Awak Media Bintang Papua.   Mengucapkan, Selamat Memasuki Pekan Suci

Iklan Ucapan Hari Raya Paskah

Bupati, Wakil Bupati dan Pimpinan SKPD serta seluruh staff Pemerintah kabupaten Yahukimo Mengucapkan, Selamat Memasuki Pekan Suci dan Merayayakan Hari Raya Paskah Kepada

Iklan Ucapan Hari Raya Paskah

Segenap Pimpinan, Anggota, Sekretaris dan Seluruh Staff DPRD Kabupaten Keerom Menucapkan, Selamat Memasuki Pekan Suci dan Merayakan Hari Raya Paskah Kepada seluruh umat

GKI Harapaan Abepura Nikahkan 13 Pasutri

JAYAPURA(BINPA). Gereja Kristen Injili (GKI) Harapan Abepura menggelar nikah massal bagi 13 pasangan suami istri (pasutri). Kegiatan itu dihelat di Gereja GKI Harapan Abepura, Selasa (27/3), pukul 18.00 WIT kemarin. Pemimpin ibadah Pendeta Rahel Bakarbessy, S.Th, dalam renungannya mengatakan, nikah merupakan anugerah  terindah dari Tuhan kepada 13 pasutri yang melangsungkan pernikahannya. Jangan mencederai anugerah Tuhan ini. “Pernikahan bagi hamba Tuhan hanya terjadi satu kali seumur hidup, hanya maut yang bisa memisahkan,” katanya. Ketua Majelis GKI Harapan Pdt.Ch.Mirino.S.Th. mengatakan nikah massal ini merupakan inisiatif Gereja GKI Harapan dalam program gereja menjelang Paska. Masih banyak jemaat di lingkungan gereja ini yang sudah hidup bersama-sama. “Oleh karena itu kami mengambil suatu langkah yang tepat supaya saudara-saudari kita ini mempermudah bagi mereka dalam mengurus catatan sipil di pemerintahan nantinya,” katanya. Dari 13 pasutri, satu pasangan di antaranya baru dibaptis dan bersedia masuk ajaran Kristen mengikuti suaminya, yakni pasangan Wandi dan Waode Putri. Sementara itu salah satu pasutri merasa senang karena telah mengikuti ibadah nikah massal ini. “Puji Tuhan kami merasa senang dan gembira, karena setelah satu tahun kami hidup bersama tanpa ada ikatan pernikahan. Hari ini kami sudah sah dan resmi sebagai suami-istri dalam keluarga yang dikuduskan oleh Tuhan,” katanya. (KARL)