[BERITA-PAPUA],- Telah hadir sebuah organisasi social yang menitikberatkan pada masalah lingkungan kota Jayapura, namanya Forum Peduli Port Numbay Green hadir karena sebuah masalah yang sudah memprihatinkan. Masalah tersebut adalah lingkungan sekitar teluk Youtefa dan Humbold yang telah tercemar dengan sampah. Kondisi ini sudah sangat mengganggu masyarakat khususnya para nelayan yang menangkap ikan didalam teluk. Sehingga untuk menangani masalah ini perlu dibentuk suatu wadah sebagai gerakan kesadaran rakyat untuk menjaga lingkungan selalu bersih sehingga menjamin kesehatan.
Menurut Andre Liem salah seorang penggagas Forum Peduli Port Numbay Green, kebersihan menjadi sesuatu yang tidak mungkin terlepas dari diri seseorang maupun suatu kehidupan. Oleh sebab itu ketika kita menjaga dan melindungi diri dari segala ancaman penyakit, kebersihan satu-satunya hal penting dan terutama yang harus menjadi perhatian serius.
Tidak dapat di pungkiri dan menjadi kenyataan bahwa Kota Jayapura yang sedang menjadi tempat kehidupan bagi warganya telah menjadi ”sembrawut”. Sampah menjadi persoalan serius yang hingga kini belum dapat terpecahkan penanganannya secara keseluruhan. Pembuangan sampah secara liar, lingkungan tercemar dimanan-mana, akibat pembangunan yang tidak ramah lingkungan. Hutan yang seharusnya menjadi paru-paru perlahan telah habis di gusur.
’’Kita semua harus pedulu dengan kondisi kota Jayapura,’’ tegas Andre Liem, menurutnya lebih parahnya lagi teluk Youtefa dan Humbold yang didiami oleh masyarakat asli Port Numbay seperti Skou, Nafri, Enggros, Tobati, Kayu Pulo, Kayu Batu telah menjadi korban akibat pembuangan sampah secara liar kedalamnya. Teluk yang secara turun-temurun dari nenek moyang telah menjadi rusak akibatnya berpengaruh terhadap pendapatan ekonomi mereka.
Dusun-dusun, seperti sagu, kelapa dan lainnya dari masyarakat asli Port Numbay sebagian besar telah di gusur habis dengan alasan pembangunan. Akhirnya untuk tetap mempertahankan hidup, sebagian dari mereka harus bergeser ke dusun lain yaitu ”laut/teluk”.
Namun yang terjadi kini, untuk mendapatkan sejumlah ekor ikan sangat sulit. Yang menjadi masalah mereka adalah teluk Youtefa dan Humbold telah tercemar oleh jutaan kubik sampah dan limbah akhirnya teluk ini telah menjadi ”Septic Tank” dari masyarakat Port Numbay. Ini sebuah gejala dari proses ”pembunuhan” berbentuk spiral terhadap kehidupan penduduk asli maupun warga masyarakat yang hidup di wilayah Port Numbay baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan.
Sebagai masyarakat atau penduduk yang hidup di Port Numbay, perlu menjaga keseimbangan yaitu memproduksi sampah dan bagaimana cara pengelolaannya sehingga tidak terjadi korban bagi kehidupan semua. Demikian juga keseimbangan antara lingkungan alam dan pembangunan fisik sehingga tidak terjadi degradasi yang menghasilkan bencana. Persoalan ini harus menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat atau warga yang hidup dalam wilayah Port Numbay. *[adv]


Copyright © 2009 Berita Papua – Media Informasi Online Papua – berita-papua.com. All rights reserved.