Bayi hydrochepalus, Kembali Sehat Namun Tak Bisa Melihat

Bayi Hydrochepalus Akhirnya Dioperasi

JAYAPURA-Pasien infeksi mata, Maxi Mila akhirnya kembali ke Jayapura. Ini setelah ia menjalani operasi di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dan satu bulan lebih ia di Jakarta hingga pekan kemarin akhirnya naik meja operasi.

Kondisi kesehatannya terus membaik, meski demikian Maxi harus menerima kenyataan jika mata kirinya tak bisa lagi melihat. Ia dinyatakan buta yang merupakan dampak dari infeksi yang terbilang parah. “Pasien mungil ini akhirnya bisa keluar dari masa sulit. Ia berhasil operasi dan kini jauh lebih baik,” kata Gunawan, salah satu pekerja sosial di Kota Jayapura.

Gunawan sempat mendampingi pasien hingga usai operasi. Ia membenarkan bahwa dari kondisi yang sudah parah, meski telah dioperasi ternyata mata kirinya tetap tak bisa tertolong. “Sudah parah saat ditangani medis sehingga tak bisa diselamatkan. Ia buta,” bebernya.

Kata Gunawan Maxi kemungkinan masih bisa melihat bila ada yang mau mendonorkan mata kiri. Hanya hingga kemarin ia melihat sang ayah masih belum berpikir hingga ke sana.

Sang ayah bernama Mintus juga membenarkan jika sang anak kondisinya lebih baik. Ia dan anaknya sendiri telah kembali ke Jayapura pada 14 Oktober kemarin dan rencananya Jumat (19/10) hari ini akan kembali ke Lereh, Kabupaten Jayapura.

Sang ayah yag terhubung via telepon nampak lebih tenang karena sang anak berusia 5 tahun ini tak lagi mengeluh. “Memang masih harus beradaptasi dengan kondisinya sekarang yang tak bisa melihat tapi pelan-pelan Maxi mulai belajar,” kata Mintus.

Ia juga tak melihat sang anak mengeluh yang berlebihan. “Kalau mengeluh saya pikir tidak, Maxi kini lebih sehat dan badannya mulai naik. Memang ia tak bisa melihat sempurna tapi kami senang karena sudah tertangani dan berbeda jauh dibanding saat dirujuk,” katanya.

Mintus juga menjadikan ini pembelajaran karena lambatnya menangani infeksi pada mata anaknya sehingga semakin parah. “Ia saya berpikir jika kemarin lebih cepat ditangani mungkin tidak seperti sekarang,” imbuhnya.

Sementara pasien lainnya, Yeheskiel yang menjadi pasien Hydrochepalus, Kamis (18/10) kemarin sekira pukul 11.00 WIT berhasil dioperasi. Selang shunt yang sebelumnya sempat dikatakan kehabisan stok akhirnya muncul dengan sendirinya setelah mendapat sorotan.

“Pasien menungu hampir 2 minggu karena saat itu dibilang selang atau shunt nya habis. Tapi kami dengar pasien Yehezkiel ini sempat mendapat perhatian dari pak gubernur sehingga penangaannya juga bisa lebih segera,” kata Uthy salah satu pekerja sosial yang mengawal pasien tersebut. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan