Memberi Dampak Positif

Tajuk Salam Papua

Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu. (2 Korintus 1:24)

INTI pelayanan yang sejati adalah untuk membuat orang yang kita layani merasakan sukacita atau kepuasan. Dan kalau kita mengaku diri melayani Tuhan, maka ukuran keberhasilan pelayanan kita adalah apakah Tuhan merasakan sukacita setelah kita melayani-Nya? Demikian juga bila kita terlibat dalam pelayanan kepada jemaat di gereja kita. Ukuran suksesnya pelayanan adalah: sudahkah jemaat merasakan sukacita setelah menikmati pelayanan yang kita berikan? 

Untuk dapat memberikan dampak positif dalam pelayanan kita kepada Allah dan sesama, mari kita pelajari beberapa hal melalui firman Tuhan dalam 2 Korintus 1:12-20. Dalam melayani, layanilah di dalam ketulusan (ayat 12). Ketulusan dari kesaksian suara hati nurani kita yang menyadari sepenuhnya bahwa dalam hati kita tidak ada niat melakukan kecurangan, yang sama artinya juga dengan tidak tulus.  

Layanilah Allah dan sesama dalam kemurnian motivasi pelayanan, di mana kita melayani bukan untuk pamer kemampuan dan kepandaian, tapi justru kita melayani oleh kekuatan kasih karunia Allah semata. Begitu pula layanilah dengan keyakinan dan fokus pada satu tujuan mulia, yaitu beroleh upah dan kemegahan illahi pada saat kita mempertanggungjawabkan seluruh hasil pekerjaan pelayanan kita di hadapan Tuhan, pada hari kedatangan-Nya yang kedua kali (ayat 14).

Penting juga untuk diperhatikan, layanilah Allah dan sesama dengan penuh perencanaan dan perhitungan yang matang, jangan melayani dengan serampangan atau asal-asalan. Layanilah juga dengan ketegasan dan tanpa keraguan (ayat 17,19-20). Jika “ya”katakan "ya" dan jika "tidak" katakan "tidak".

Ketegasan totalitas kita -baik roh, jiwa maupun tubuh, untuk mengatakan "ya" dalam melayani Tuhan juga sangat diperlukan. Biarlah melalui setiap pelayanan yang kita berikan dan lakukan sesuai dengan kebenaran Allah, kita dapat memberikan dampak yang positif,  mereka yang kita layani bersukacita dan terutama hati Tuhan.

 “Bukan oleh hebat dan kuatku bila aku boleh melayani-Mu. Itu semata-mata karena Tuhan. Sebab itu, Bapa, dengan sepenuh hati aku akan melayani untuk menyukakan-Mu. Amin.” (Red) 

Tinggalkan Balasan