Pasokan Solar ke PLN Kurang, Pemadaman Bergilir Berlanjut

Tanki Penampungan Solar di PLN Mimika.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) -  Terhitung sejak minggu ke tiga bulan Oktober lalu hingga saat ini pasokan solar dari Joint Bersama (Jober) PT Pertamina Poumako ke PLN berkurang. Jika beberapa hari ke depan pasokan solar masih berkurang, maka pemadaman listrik secara bergilir akan terus berlanjut.

Manajer PT PLN Persero Area Timika, Salmon Kareth mengatakan, kebutuhan solar di PLN dari tanggal 1 hingga 31 November sebanyak 4.500 kilo liter (KL). Setiap harinya harus dimasukkan ke tanki induk sebanyak 130 KL agar bisa memaksimalkan operasional listrik di Mimika.

Selain untuk kebutuhan di Mimika, dari 4.500 KL tersebut, juga dibagi-bagikan ke Kabupaten Asmat, Yahukimo dan Nduga serta beberapa kabupaten tetangga lainnya.

“Selama ini pasokan pasokan solar dari Jober Pertamina hanya 60, 70 hingga 100 KL. Kuota tersebut sangat tidak mencukupi pasokan ke semua wilayah Mimika,” tutur Salmon saat ditemui Salam Papua di Kantor PLN, Jalan Leo Mamiri, Jumat (9/11).

Karena itu, ia mengharapkan Jober Pertamina memperhatikan secara khusus pasokan solar ke PLN, karena semua kebutuhan  masyarakat di Mimika sangat tergantung pada tenaga listrik. Jika listrik terganggu maka akan menjadi masalah di masyarakat.

“Pertamina sebagai sumber pasokan BBM ke PLN seharusnya menjamin pasokannya. Karena semua mesin operasi di PLN ini setiap hari menggunakan solar sebanyak 130 KL. Kalau kurang  dari jumlah itu berarti tidak maksimal untuk pelayanan ke seluruh Mimika. Pokoknya apapun  alasannya Pertamina harus utamakan pasokan ke PLN,” ungkap Salmon.

Menurut dia, PLN telah menyurati Jober Pertamina Mimika termasuk ke Jayapura dengan tembusan ke Bupati Mimika, DPRD dan Kapolres agar bisa memberikan perhatian bersama-sama sehingga pasokan solar industry bisa diprioritaskan ke PLN.

 “Pokoknya kuota yang kami butuh itu tidak bisa kurang dari 130 KL itu,” katanya.
Sementara Kepala Jober PT Pertamina Mimika, Sefnat Waroy saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp sekira pukul 15.15 WIT mengatakan bahwa, PLN biasa mendapatkan pasokan solar lebih dari 130 KL.  

“Untuk hari ini (Kemarin - Red) pasokan solar ke PLN sebanyak 149 KL. Itu berarti lebih dari 130 KL, dan sebelumnya juga sering dipasokan lebih, tapi toh lampu sering padam,” katanya.

Sebelumnya, jelas Sefnat, pada tanggal 1 November dipasokan sebanyak 112 KL, tanggal 2 sebanyak  114 KL, tanggal 3 sebanyak 122 KL, tanggal 4 sebanyak 104 KL, tanggal 5 sebanyak  149 KL, tanggal 6 sebanyak 101 KL. Sedangkan untuk  penambahan ke  PLN Kabupaten Asmat  terhitung mulai tanggal 6 November dipasokan sebanyak 100 KL, tanggal 7 sebanyak 111 KL, tanggal 8 sebanyak  90 KL dan tanggal 9 sebanyak 149 KL.

“ Itu data yang kami pasok mulai tanggal 1 November. Selama ini juga pasok 130 KL tapi listrik sering padam di Mimika. Berarti, logikanya BBM tidak terpakai. Di Pomako saja tiap hari mati lampu kok. Kami juga sering mengalami pemadaman. Kalau tidak ada genset, kami tidak tahu mau melayani masyarakat bagaimana,” jelasnya. (Acik)

Tinggalkan Balasan