DPRP : Kasus Asmat dan Pegubin Jangan Saling Menyalahkan

JAYAPURA (PT) – Setelah gizi buruk terjadi di Kabupaten Asmat, kini bencana tersebut kembali menimpa masyarakat yang berada di ke kampung Pedam, Distrik Okibah, Kabupaten Pegunungan Bintang yang mengakibatkan 23 balita meninggal dunia akibat gizi buruk.

Anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Kabupaten Pegunungan Bintang, Ignasius W Mimin mengaku merasa khawatir atas musibah tersebut. Ia pun merasa prihatin karena telah kehilangan jiwa generasi berikut di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dengan kejadian tersebut, DPR Papua meminta supaya tidak saling menyalahkan satu dengan yang lainnya. Sebaiknya, peristiwa ini menjadi pelarajan bagi semua pihak dan ini harus ditangani secara serius kemudian langkah selanjutnya dapat mengantispasi dengan persiapan dini, sehingga tidak saling menyalahkan.

“Juga jangan kaitkan masalah ini dengan politik, apalagi mencuri start dengan memanfaatkan moment ini. Ini masalah kemanusiaan dan masalah hati, jadi jangan memanfaatkan moment ini menjadi ajang cari muka dengan mencuri start lebih dulu untuk mendapatkan simpati dari masyarakat dan merebut hati masyarakat,” tegas Ignasius Mimin.

Menurut Anggota Komisi V yang membidangi kesehatan menyatakan supaya semua pihak memang peduli dan kenapa dari dulu tidak bertindak seperti saat yang dilakukan saat ini, padahal kasus seperti ini sebelumnya sudah pernah terjadi di Kabupaten Nduga dan di beberapa kabupaten lainnya.

“Jadi harapan saya, janganlah memanfaatkan peristiwa ini untuk mencuri start demi mendapatkan simpati dari masyarakat. Ini masalah kemanusiaan,” ketus Mimin.

Ia pun menyampaikan rasa terimakasih kepada Kodam XVII/Cenderawasih dan juga Polda Papua yang mengambil langkah cepat untuk tangani masalah ini.

“Luar biasa Pangdam dan Kapolda beserta prajurit-prajuritnya yang telah melakukan tanggap darurat. Mereka bukan hanya mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, tapi hari ini dengan kepemimpinan Pangdam XVII/Cenderawasih, kami sangat salud dengan kebijakannya yang begitu peduli terhadap rakyat Indonesia yang ada di Papua,” ungkapnya.

Ia pun berharap sesegera mungkin menangani masalah gizi buruk dan wabah. Karena menempatkan tenaga medis di daerah adalah tolak ukur keberadaan dinas kesehatan, sehingga tenaga perawat itu harus ditempatkan dan buat Pustu di setiap kampung, supaya masyarakat tidak mengalami hal seperti ini di kemudian hari.

“Ini sudah jelas-jelas ini musibah, jadi jangan saling menyalahkan sebaiknya mari kita berfikir bersama-sama agar kedepannya tidak lagi terjadi gizi buruk atau wabah di kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Papua,” tandas Ignasius Mimin. (ara/rm)

Tinggalkan Balasan