Guru SD dan SMP Akan Demo Berhentikan Kadispendasbud


Ketua YPPK Tilemans Timika, John Giyai
SAPA (TIMIKA) - Ketua Yayasan Pendidikan Persekolahan (YPPK) Tilemans Timika, John Giyai menyampaikan para guru Sekolah Dasar (SD) dan Selolah Menengah Pertama (SMP) akan melakukan demo untuk memberhentikan Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Kadispendas).

"Kami rencana sebelum demo ada pemogokan pendidikan dulu, artinya tidak ada aktivitas sekolah. Dalam minggu ini kami melakukan koordinasi semua sekolah. Jadi rencana ini bukan hanya sekolah swata, tetapi juga sekolah negeri,"ujar John Giyai saat ditemui Salam Papua di di ruang kerjanya di Kantor YPPK Jalan Cenderawasih, Senin (22/1).

Dikatakan John, dalam minggu ini akan ada rapat koordinasi. Untuk mengatur mogok sekolah dan demo, karena kepala dinas sudah melakukan kriminalisasi terhadap pendidikan di daerah ini.

"Kami minta agar kepala dinas diberhentikan karena dengan seenaknya melakukan pemecatan guru-guru. Memang pemecatan guru bukan di sekolah yayasan  tetapi di sekolah negeri," tutur John.

John menjelaskan, demo ini dilakukan karena ibu Kadis telah melakukan mafia pendidikan di daerah ini, dan dia bukan pemimpin yang layak. Dia harus diganti dengan orang yang berkompeten pendidikan untuk membangun daerah ini.

"Bagi pejabat yang menjabat di instansi pendidikan, kesehatan dan ekonomi harus benar - benar orang yang layak. Karena itu bagian yang memang berkaitan dengan masyarakat kecil. Jangan tempatkan orang yang merusak masa depan orang Papua di daerah ini,"kata John.

Beberapa waktu lalu, guru - guru demo menyangkut upah tambahan, Kadispendas memecat guru tanpa alasan, turunkan kepala sekolah lama dan gantikan dengan kepala sekolah yang memang belum mampu. Hal seperti ini menunjukkan bahwa dia itu bukan kepala dinas yang baik.

"Rencana demo ini diperkirakan kalau sampai saat ujian nasional belum di ganti kepala dinas maka bila perlu di Mimika kegiatan UN ditiadakan sehingga masalah ini perlu sampai ke pusat untuk diketahui Presiden dan Menteri Pendidikan,"katanya.

Dijelaskan, kalau guru demo dan kepala dinas pecat guru yang demo itu artinya, sudah membunuh, menghancurkan masa depan orang lain.

"Memang guru yayasan dia tidak punya hak untuk pecat. Tetapi ini dialami oleh guru di sekolah negeri. Bila perlu masalah ini dilaporkan ke Kementrian Pendidikan dan Presiden RI,"tegas John.

Saat ini, sebagian besar guru YPPK masih di kota. Hanya sejumlah guru yang sudah kembali ke tempat tugas. (Ervi Ruban)

Tinggalkan Balasan