Kapolda dan Pangdam Diminta Periksa Petugas Piket di Portsite

almarhumah Imakulata Emakeparo (55) diantar ke peristirahatan menggunakan mobil ambulance
SAPA (TIMIKA) - Keluarga besar almarhumah Imakulata Emakeparo (55) yang merupakan korban atas insiden penembakan di area antara Portsite-Cargo Dock, Kampung Amamapare, Distrik Mimika Timur, pada Sabtu (3/2) malam, meminta agar Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit turun tangan memeriksa seluruh personel keamanan yang bertugas (Piket-Red) saat terjadi peristiwa penembakan.

 “Kami tidak mau saudara kami mati sia-sia. Dia bukan binatang yang kalau mati langsung dikubur. Kapolda dan Pangdam harus datang dan cek baik-baik semua anak buahnya yang tugas malam itu. Kami akan kuburkan saudara kami kalau Kapolda dan Pangdam datang dan tangkap pelakunya,” teriak keluarga Imakulata di hadapan Kapolres Mimika, AKBP Indra Hermawan, saat membawa peti jenazah korban untuk di semayamkan di Gedung DPRD Mimika, Minggu (4/2).
 
 Tokoh masyarakat Kamoro mewakili Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), Gregorius Okoare menyayangkan insiden yang merengut nyawa korban
Menurut keluarga korban, peristiwa yang menghilangkan nyawa ibu yang memiliki 8 anak ini, diyakini tidak akan tuntas jika hanya ditangani oleh Kepolisian di Mimika, dalam hal ini Polres Mimika.

Hal yang sama juga di sampaikan tokoh masyarakat Kamoro yang juga mewakili Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko), Gregorius Okoare. Gregorius Okoare atau yang akrab disapa Gerry mengatakan, korban adalah manusia yang masih membutuhkan kehidupan hingga Tuhan dengan sendiri merenggut nyawanya.

Gerry sangat menyayangkan tindakan menembak yang dilakukan oknum aparat penegak hukum selaku pihak yang berwewenang memegang senjata api. Apalagi, senjata api yang dipegang dan pelurunya harus menelan korban yang notabene tidak memiliki kesalahan dengan si pelaku penembakan.

“Kalau memang pencuri yang dikejar lari ke arah lain, kenapa yang ditembak orang yang datang dari arah lain. Ini bukan kebetulan dan bukan peluru nyasar, tapi ini di awali dengan membidik,” tutur Gerry.

Dengan demikian, di hadapan Kapolres Mimika, Gerry meminta agar persoalan ini tidak di biarkan berlarut-larut, apalagi hilang tanpa ada kepastian hukum yang jelas terhadap pelakunya.

“Kami meminta dengan sungguh-sungguh supaya kasus ini harus di tuntaskan. Kapolda dan Pangdam harus dengar ini, dan harus datang untuk menyelesaikan persoalan yang saat ini menimpa keluarga kami,” pinta Gerry. (Acik)

Tinggalkan Balasan