Ini Keberhasilan Gubernur Lukas Enembe Selama Lima Tahun

JAYAPURA (PT) – Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH mengakui, sejak dirinya bersama Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, MM memimpin Provinsi Papua telah terjadi berbagai perubahan di berbagai sektor.

Gubernur Lukas Enembe mengaku, melalui sinergitas dengan seluruh stakeholder, pihaknya telah berhasil membangun konsolidasi tiga pilar pembangunan yakni pemerintah, MRP dan DPR Papua.

“Pemerintah Provinsi Papua berhasil melakukan penandatanganan perjanjian dengan pemerintah pusat, Pemkab Mimika dan PT. Inalum tentang pengambilan saham divestasi PT.Freeport Indonesia,” jelasnya dalam sambutannya pada Rapat Kerja Daerah Se-Papua di Sasana Karya Kantor Gubernur, Rabu (7/2/2018).

Sementara dibidang regulasi kekhususan, Pemprov Papua telah menetapkan 21 Perdasus dan Perdasi salah satunya Perdasus Nomor 13 tahun 2014 tentang keanggotaan DPR Papua.

“Total produk hukum sebanyak 2.241 Peraturan atau keputusan,” ujarnya.

Selain itu, di era kepemimpinan Lukas Enembe dan Klemen Tinal, Pemprov Papua berhasil meraih opini terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tiga tahun berturut-turut dari tahun 2014-2016 dengan opini WTP dan transparansi perencanaan dan penganggaran yang dibuktikan dengan implementasI E-government Papua.

Sementara untuk sektor infrastruktur dengan prioritas konektivitas transparansi terpadu di Provinsi Papua, pembangunan ruas jalan provinsi 3.980,26 kilometer dengan membuka keterisolisian daerah dan konektifitas transportasi pada lima wilayah adat.

“Untuk sektor pendidikan, kami fokus pada sembilan tahun (SD-SMP) fokus pada 60 PAUD, 60 SD dan SMP di 15 kabupaten, 30 distrik dan 60 kampung,” terangnya.

Untuk peningkatan daya saing SDM di bidang pendidikan melalui pengiriman ke luar negeri pada 15 dan 129 universitas dengan jumlah mahasiswa 626, dalam negeri pada 26 kota studi dengan 72 universitas dengan jumlah mahasiswa 234 orang.

Bidang kesehatan dari tahun 2013-2017 sangat menggembirakan, dimana penurunan angka kematian persalinan ibu dan balita dari 575/100.000 kelahiran hidup di tahun 2013 menjadi 289 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2017, peningkatan jumlah puskesma sebanyak 370 di tahun 2014 menjadi 394 di tahun 2017, 32 unit telah di survey  untuk selanjutnya ditetapkan sebagai puskesma terakreditasi.

Peningkatan rumah sakit pada tahun 2014 sebanyak 342 rumah sakit, di tahun 2016 meningkat menjadi 35 rumah sakit, tahun 2017 menjadi 42 dimana sembilan diantaranya telah terakdreditasi serta pembangunan rsud regional pada lima wilayah adat.

“Pembentukan satgas kaki telanjang sebanyak 256 petugas yang ditempatkan pada 38 titik terpencil terisolir,” pungkasnya. (ing/rm)

Tinggalkan Balasan