Noken Band dan Timika Youth Brothers Galang Dana Untuk Asmat

Noken Band kerja sama dengan Timika Youth Brothers melaksanakan penggalangan dana.
SAPA (TIMIKA) – Peduli Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi Buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Noken Band menjalin kerja sama dengan perkumpulan pemuda Mimika yang disebut Timika Youth Brothers melaksanakan penggalangan dana.

Penggalangan dana yang dilaksanakan bersamaan dengan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) legendaris Reggae Dunia, Bob Marley ke- 73 tahun ini berlangsung di pelataran Gelael, Jalan Cenderawasih, Selasa (6/2) malam.

“Noken Band sudah sering mengamen untuk menghibur masyarakat pencinta reggae di Timika. Tapi berkenaan dengan Ultah Bob Marley tahun ini, kami libatkan Timika Youth Brothers juga untuk menggalang dana. Dan puji Tuhan, ada dana yang berhasil kami kumpulkan dalam tempo beberapa menit saja,” ungkap Koordinator Noken Band Mimika, Fransisko Adii saat bertandang ke Redaksi Salam Papua, Rabu (7/2).

Setiap pergelaran yang dilakukan Noken Band menurut dia, semata-mata untuk mengajak kaula muda Mimika agar bisa mengembangkan kebudayaan melalui music. Sebab , diyakini generasi muda Mimika juga memiliki bakat dan seni yang bisa dituangkan melalui music termasuk reggae.

Sedangkan Koordinator Timika Youth Brothers, Srilius Moman mengatakan, dalam momen aksi panggung personil Noken Band, Timika Youth Brothers juga ikut melibatkan diri untuk berinteraksi bersama seluruh penonton yang merupakan penggemar music reggae dan menyuarakan tentang pentingnya keterlibatan seluruh masyarakat dalam membantu masyarakat korban KLB di Asmat.

Srilius mengatakan, sejak peristiwa KLB di Asmat terjadi, Timika Youth Brothers juga memulai mengatur strategi untuk mengambil bagian dalam pengumpulan dana agar bisa diberikan kepada para korban di KLB di Asmat.

“Kami merasa berterima kasih kepada Noken Band karena dalam momen aksi panggung mereka, kami juga bisa menjalankan aksi kami untuk mengetuk hati penonton. Dengan demikian kami bersyukur bisa kumpulkan dana sebesar Rp 1.864.000,” kata Srilius.

Ia mengatakan sangat berterimakasih kepada seluruh penonton aksi panggung Noken Band yang mau memberikan sumbangan kepada korban KLB Asmat melalui Timika Youth Brothers.

Menurut Srilius, secara penilaian manusia, dana sebesar Rp 1.864.000 bukan suatu yang luar biasa. Namun ketulusan dan keikhlasan hati jauh lebih berharga dalam membasuh luka atas penderitaan saudara dan saudari korban KLB di Asmat.

Ia juga mengakui, Timika Youth Brothers beranggotakan 17 orang. Meski tergolong suatu komunitas kecil, setiap anggotanya memiliki visi dan misi positif. Dengan demikian, KLB Asmat juga sangat menggugah kepedulian Timika Youth Brothers.

Sekretaris Timika Youth Brothers, Kerry Ohee mengatakan, uang sebesar Rp 1.864.000  yang terkumpul tersebut akan disalurkan dalam bentuk bahan makanan (bama) dan kelambu yang akan diserahkan melalui Dinas Sosial (Dinsos).

Kerry mengakui, selain dari dana yang terkumpul, Timika Youth Brothers bersama Noken Band juga akan mengumpulkan pakaian bekas dan bantuan lain dari berbagai pihak agar bisa disalurkan bersamaan ke Asmat.

“Derita saudara dan saudari kita di Asmat merupakan derita kita bersama, karena itu kami merasa tergerak untuk ikut membantu sesuai dengan apa yang kami mampu lakukan,” ungkapnya. (Acik) 

Tinggalkan Balasan