Undur Waktu, KPU Papua Tunggu Keputusan MRP, Benny Sweny Bilang Tidak Ada Pembahasan di MRP Hari Ini

(dari kiri) John Wempi Wetipo, salah satu Bakal Calon Gubernur, Ir. Musa Sombuk, M.Si, Komisioner KPU Papua dan Lukas Enembe, salah satu Bakal Calon Gubernur Papua. (Foto Ist/Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA– Sidang pleno penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua yang sesuai jadwal direncanakan Senin (12/2/2018) pukul 11.00 WIT hari ini, akhirnya harus di skors hingga pukul 23.00 WIT, sejam sebelum batas akhir jadwal nasional penetapan Bakal Calon menjadi Calon pukul 24.00 WIT nanti malam.

Ir. Musa Sombuk, M.Si, Komisioner KPU Papua yang membidangi Komisi Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat mengatakan pleno penetapan ditunda dikarenakan berkas keaslian orang asli Papua Pasangan Bakal Calon Gubernur – Wakil Gubernur dari Majelis Rakyat Papua (MRP) belum diterima oleh KPU Papua hingga pukul 11.00 WIT tadi pagi.

“Faktanya saat ini di KPU belum ada dokumennya, kita sedang berusaha dalam aturan jadi di skor sampe jam 11 malam nanti, setelah itu baru kita lihat sikap apa yang kita ambil, koordinasi sama MRP juga sudah, tapi kita undang hari ini kan tidak hadir”, kata Musa Sombuk kepada sejumlah wartawan di depan kantor KPU Papua pagi ini.

Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Beny Sweny yang di konfirmasi Lingkar Papua, Senin (12/2/2018) pukul 15.40 WIT, melalui pesan WhtasApp mengatakan bahwasanya saat ini tidak ada pembahasan soal keaslian orang Papua para Bakal Calon Gubernur – Wakil Gubernur Papua di MRP.

“MRP tidak melakukan pembahasan”, jawab Benny Sweny melalui pesan WhatsApp singkat.

Ketika di tanyakan lebih lanjut mengapa tidak dilakukan pembahasan, apakah MRP belum menerima dokumen para Bakal Calon Gubernur – Wakil Gubernur dari DPRP ataupun dari KPU Papua, termasuk ditanyakan apakah MRP mampu menuntaskan tugas yang diperintahkan UU sampai dengan batas waktu yang diberikan KPU Papua, pukul 23.00 WIT malam ini, Benny Sweny tidak menjawab konfirmasi yang di kirimkan Lingkar Papua.

Sementara itu, Ir. Musa Sombuk, M.Si kepada wartawan di kantor KPU Papua belum bisa memberikan gambaran keputusan apa yang akan di ambil oleh KPU Papua apabila sampai batas waktu yang di tetapkan, pukul 23.00 WIT, MRP tidak juga memberikan keputusan rekomendasinya.

“semua kemungkinan bisa terjadi, tunggu saja jam 23.00 WIT nanti malam, kita tidak tahu ada atau tidak paslon yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS)”, kata Musa Sombuk.

Lukas Enembe, salah satu Bakal Calon Gubernur Papua yang juga masih menjabat sebagai Gubernur Papua saat ini kepada wartawan usai mendengar keputusan pengunduran waktu pleno oleh KPU Papua di kantor KPU tadi pagi, mengatakan dirinya tidak tahu menahu soal berkas dimaksud, dan sebagai bakal calon dirinya berharap semua berjalan sesuai jadwal tahapan yang ada.

“saya akan tetap datang nanti malam jam 11.00 WIT, itu urusan mereka, kita ikuti jadwal yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara, jadwalnya hari ini di umumkan, hari ini penetapan, jadi kita ikuti saja”, kata Lukas Enembe, Senin (12/2/2018).

Ketika ditanyakan bagaimana penilaiannya terhadap proses dan kinerja KPU Papua sebagai penyelenggara, apakah sudah benar atau tidak benar, Lukas Enembe membantah hal itu.

“bukan tak benar, kerja sudah bagus mungkin koordinasi antara DPRP dan KPU Papua tidak jalan, padahal salah satu dokumen syarat wajib adalah keaslian orang Papua”, kata Enembe sambil berlalu dari hadapan wartawan.

John Wempi Wetipo, salah satu Bakal Calon Gubernur lainnya kepada wartawan saat keluar dari kantor KPU Papua menyatakan dirinya siap bila hari ini, (Senin/12/2/2018) di panggil menghadap MRP untuk di verifikasi soal keaslian orang Papua sebagai salah satu persyaratan pencalonannya.

“cuman satu syarat itu saja yang kita tunggu, jadi mudah-mudahan sampai dengan 23.00 WIT ada perubahan, kalau pa Lukas, pa Klemen, Pak Habel kan sudah pernah bertarung di 2013 hanya saya saja yang belum, kalau hari ini saya diminta ke MRP saya siap, kan satu dua jam selesai, jadi kita tidak usah lagi yang lain”, kata John Wempi Wetipo (JWW) kepada wartawan di halaman depan kantor KPU Papua, Senin (12/2/2018)

Ditanya jika bagaimana jika hingga pukul 24.00 WIT, batas akhir waktu jadwal nasional penetapan bakal calon menjadi calon, John Wempi Wetipo enggan berkomentar lebih jauh dan menyerahkan prosesnya kepada penyelenggara.

“semua kembali ke KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara untuk memutuskan langkah dan keputusan apa yang akan di ambil, karena kami ini hanya peserta, jadi ikut kepada aturan penyelenggara saja, tapi harus di pikirkan juga kerugian dan kondisi kita, selama berbulan – bulan kami melakukan sejumlah persiapan, terus langsung di gugurkan, itu tidak rasional, bisa saja kita lakukan upaya hukum lain, karena itu hak kita sebagai warga negara untuk mencalonkan”, kata JWW lagi.

Dari pantauan Lingkar Papua di kantor KPU Papua di jalan Soa Siu, jelang sidang pleno KPU terkait Penetapan Pasangan Bakal Calon Gubernur – Wakil Gubernur Papua tahun 2018 yang di jadwalkan hari ini, Senin (12/2/2018) tersebut dikawal ketat aparat gabungan TNI-Polri.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas menyebutkan ada 400 personil gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan jalannya penetapan calon gubernur Papua.

Pantauan Lingkar Papua di lapangan selain personil juga dikerahkan water canon, kapal patroli Polair dan Baracuda.

Selain itu, arus lalulintas di depan KPU hanya dibuka satu arah saja.

“Kita akan koordinasi apakah pasukan ditarik atau tetap di sini, yang pasti keadaan aman terkendali,” kata AKBP Gustav R. Urbinas, ketika ditanyakan langkah apa yang akan di lakukan terkait adanya penundaan jadwal penetapan ke malam hari nanti. (***)

Reporter         : Faizal Narwawan, Titie
Editor              : Walhamri Wahid

The post Undur Waktu, KPU Papua Tunggu Keputusan MRP, Benny Sweny Bilang Tidak Ada Pembahasan di MRP Hari Ini appeared first on .

Tinggalkan Balasan