Imarasor : Pengukuhan Bupati Raja Ampat Sebagai Anak Adat, Lecehkan Adat

Pengukuhan Bupati Raja Ampat Sebagai Anak Adat
Pengukuhan Bupati Raja Ampat Sebagai Anak Adat
Pengukuhan Bupati Raja Ampat Sebagai Anak Adat – Ketua Mahasiswa Raja Ampat se- Sorong Raya (Imarasor) Victor Ambaven, SE.
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pengukuhan Bupati Raja Ampat Sebagai Anak Adat.  Ketua Mahasiswa Raja Ampat se- Sorong Raya (Imarasor) Victor Ambaven, SE, menyatakan, mahasiswa Raja Ampat se-sorong Raya dengan tegas menyatakan menolak Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, SE sebagai Anak Adat.

Dan mendukung semua keputusan Dewan Adat Papua (DAP) di Tanah Papua dan DAP Raja Ampat serta seruan dari Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) untuk menolak dan tak mengakui Bupati Raja Ampat sebagai Anak Adat.

Demikian diungkapkan Viktor Ambaven kepada Papuabaratoke.com,Rabu (14/2/2018). Dikatakannya, meski pengukuhan Bupati H Abdul Faris Umlati, SE (AFU) dinobatkan sebagai anak adat di Waigeo lantaran diianggap keturunan asli suku Ambel dari marga Tamima dan marga Sonoy Andey yanga ingin meluruskan garis keturunannya.

“Kami menolak penobatan dan pengukuhan Bupati AFU sebagai anak Ambel dari anak kampung Kabare distrik Waigeo Utara. Ini sangat melecehkan adat dan nilai adat,” ujar Victor Ambaven.

Penolakan dari berbagai elemen masyarakat sampai DAP Raja Ampat pun ikut menolak karena dinilai politis. Selain itu, adat hanya diakui jika si anak mewarisi keret atau garis keturunan dari sang ayah atau bapa bukan ibu.

“Apalagi ini tahun politik, oleh sebab itu aksi penolakan yang dilakukan di Polda Papua Barat maupun audiens dengan MRPB kami mahasiswa raja ampat di sorong raya sangat mendukung sebagai Representasi Mahasiswa Raja Ampat seluruh Tanah Papua,” pungkasnya.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung

The post Imarasor : Pengukuhan Bupati Raja Ampat Sebagai Anak Adat, Lecehkan Adat appeared first on PapuaBaratOKe.Com.

Tinggalkan Balasan