Kadisdik Mimika Prihatin Insiden Pemerkosaan Guru Honor di Tembagapura

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Mimika, Jeni Ohestin Usmani
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Mimika, Jeni Ohestin Usmani mengaku sangat prihatin atas insiden pemerkosaan yang menimpa salah satu tenaga pengajar di kampung Aroanop, Distrik Tembagapura. Di mana menurut Jeni, keberadaan guru di setiap Kampung bertujuan untuk melayani masyarakat dalam bidang pendidikan, sehingga setiap warga kampung harus menghargai dan harus melindungi keberadaan para guru tersebut.

Dengan adanya peristiwa nahas ini, Disdik berupaya untuk menarik para guru yang sedang bertugas di Aruanop. Dalam hal ini, ia telah menghubungi Susi Air, tetapi jadwal rute penerbangan belum ada yang menuju ke Aruanop.

“Saat ini kami  berusaha mencari penerbangan komersial. Tapi saya sudah menghubungi coper, tapi mereka bilang belum ada yang terbang ke sana. Kalau memang ada yang bisa dicarter, maka kita akan carter untuk memulangkan guru-guru kita. Ini seharusnya tidak boleh terjadi, karena guru itu ada di setiap kampung untuk melayani masyarakat. Kalau sudah begini, siapa guru yang berani mengajar anak-anak dalam situasi terancam. Saya sangat prihatin dengan peristiwa ini dan saya sudah laporkan kepada Bupati,” ungkap Jeni saat diwawancarai Salam Papua usai pelaksanaan apel pagi di halaman kantor pusat pemerintahan Mimika, Senin (16/4).

Selanjutnya ia menjelaskan, saat ini guru yang bertugas di wilayah tersebut berjumlah 8 orang. Di mana pasca kontak senjata yang berujung dengan pembakaran bangunan sekolah di Banti, semua guru tersebut sempat pulang ke Timika. Tetapi setelah adanya laporan bahwa kondisi kemanan telah kondusif, maka semuanya kembali bertugas.

“Mereka sempat ke Timika, tapi setelah itu mereka balik bertugas lagi. Yang namanya menjalankan tugas, pasti mereka bertanggungjawab, makanya mereka naik. Tapi saya pribadi sangat prihatin setelah dengar informasi adanya peristiwa sadis itu,” jelasnya. (Acik)

Tinggalkan Balasan