RPM Tetap Beroperasi Meski RRI Segera Masuk di Mimika

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Mimika, Dion Mameyau
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Mimika, Dion Mameyau memastikan radio swasta yakni Radio Publik Mimika (RPM) akan tetap beroperasi meski radio negeri, Radio Republik Indonesia (RRI) akan segera masuk ke Kabupaten Mimika untuk menyiarkan berita daerah.

Pasalnya, kata Dion, pihaknya bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika tengah mempersiapkan sejumlah berkas administrative. Dimana, RRI direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2019 mendatang.

“Kabupaten ini harus ada RRI, jadi Kominfo dan Pemda saat ini sedang menyiapkan surat agar RRI sudah bisa masuk ke Timika. Dan keberadaan radio sawasta akan tetap ada, kecuali RRI masuk duluan, jad radio swasta itu tidak bisa masuk,” ujar Dion kepada wartawan, di Kantor Dinas Perhubungan, Jalan Yos Sudarso. Senin (16/4).

RPM yang merupakan radio swasta dikelola oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK)  Kabupaten Mimika, adalah satu-satunya radio swasta yang beroperasi secara public.

Selain itu, kata Dion, berdasarkan Undang-Undang Penyiaran sudah mengatur keberadaan Radio swasta, RPM akan tetap dapat beroperasi lantaran RPM selama ini memuat berita-berita daerah Kabupaten Mimika.

“Di Mimika, RPM hanya satu-satunya radio swasta yang menginformasikan kabar daerah Kabupaten, berbai kegiatan daerah selalu disampaikan ke masyarakat melalui frekuensi udaranya,” katanya.

Kendati RRI mulai beroperasi pada 2019 mendatang, Dion mengatakan, pihaknya akan mengatur jadwal  penyiaran berita daerah Kabupaten Mimika menjadi tiga waktu, yakni pukul tujuh (7) pagi, duabelas (!2) siang dan lima (5) sore.

“Kami memfokuskan tugas RRI sudah action tahun 2019, sehingga kami akan punya program untuk menghibahkan gedung RRI, dimana Pemda akan memberikan gedung untuk digunakan RRI,” ujarnya. (Salma)

Tinggalkan Balasan