Karena Mabuk, Seorang Mahasiswa Dimeja-Hijaukan 

Metro Merauke – Guna memberi efek jera bagi pemabuk sekaligus untuk menciptakan keamanan dan ketertiban, Polres Merauke, Papua mulai menindak setiap orang mabuk dan mengganggu ketertiban umum.

Terbukti, Jumat (27/4) untuk pertama kali HK (24) seorang mahasiswa, harus duduk dikursi pesakitan menghadapi tuntutan pengadilan lantaran kedapatan mabuk dan membuat keributan hingga meresahkan warga di Jalan Ampera IV Merauke.

Dengan berurai air mata sesaat sebelum proses persidangan yang dipimpin Hakim, Kornelis Waroy berlangsung, HK mengaku takut karena harus berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Dipersidangan pemuda asal Distrik Kimaam ini juga menyesali perbuatanya. Ia mengaku tergoda minum-minuman beralkohol karena diajak dua temannya.

“Kita ada tiga orang menegak 2 botol wisky dan robinson (wiro) ditambah 5 botol sopi di Jalan Ampera IV. Saat polisi datang ke lokasi, dua teman yang sama-sama ‘minum’ langsung kabur kasih tinggal saya sendiri,” ucapnya di depan hakim, Jumat (27/4).

Kepala Urusan Administrasi dan Tata Usaha Satuan Sabhara Polres Merauke, Aiptu Willy Soukoly mengungkapkan, HK sendiri digelandang polisi pada saat operasi berlangsung Jumat (27/4) sekira pukul 02:00 WIT di Jalan Ampera IV Kelurahan Maro, Merauke.

“Terdakwa mabuk dan buat ribut hingga warga merasa terganggu,” katanya.

Hakim Waroy lebih banyak menasehati terdakwa dan meminta untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya meminum minuman beralkohol.

Karena perbuatannya, HK diganjar dengan pidana kurungan selama 3 hari karena melanggar Undang-Undang Pasal 492 ayat 1 karena mabuk di depan umum. (Nuryani)

 

Tinggalkan Balasan