Klinik B’Care Adakan Sunatan Massal dan Pembagian 1.000 Al Qur’an


Ilustrasi - Sunatan.


SAPA (TIMIKA) - Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1439 Hijriah/2018 Masehi, Yayasan Amanah Takaful (YAT) Indonesia bekerjasama dan menunjuk Klinik B'Care melaksanakan kegiatan khitanan atau sunatan massal disertai pembagian 1.000 kitab suci Al Qur'an di Kabupaten Mimika. Kegiatan ini akan digelar pada tanggal 13 hingga 15 Mei 2018 dan bertempat di B’Care Medical Center, Jalan Budi Utomo.

Wakil Ketua Panitia kegiatan Khitanan Massal dan Tebar Al Qur’an, Dr M. Iqbal El Mubarak menjelaskan, di kawasan timur Indonesia secara umum adalah progres panjang bagi YAT untuk menyebarkan Al Qur’an. Khusus di Kabupaten Mimika, YAT melalui B’Care akan membagikan sebanyak 1.000 Al Qur’an, dan selanjutnya kegiatan yang sama pun akan dilaksanakan di Kabupaten Asmat.

“Berniat untuk menyumbangkan atau menyebarkan, atau membagikan kitab suci Al Qur'an, umumnya Indonesia bagian timur progres panjangnya. Untuk saat ini baru dilakukan kerjasama dengan B'Care khusus di Timika. Habis itu setelah Timika kita ke Asmat. Macam-macamnya Al Qur'an, kemudian paket Al Qur'an yang bisa dibawa kemana-mana, kemudian yang khusus untuk anak SD dan PAUD, Juz Amma namanya,” jelas dr M. Iqbal di Klinik B’Care, Jalan Budi Utomo, Selasa (8/5).

Selain pembagian kitab suci Al Qur’an, juga akan diadakan sunatan massal yang tidak dipungut biaya sepeser pun, dalam hal ini gratis. Peserta atau pasien sunatan massal ditargetkan bisa mencapai 500 orang atau pasien. Dimana, metode sunat yang digunakan tim dokter menggunakan sistim terbaru, yaitu menggunakan klem.

“Sunatan massal ini kita targetkan sampai 500 orang atau 500 pasien, dengan sistim yang baru yaitu sistim klem. Sistim yang baru ini memang baru tersebar di daerah ibukota. Karena, selain sistim ini kurangi rasa sakit yang diderita oleh pasien, kita juga mengacu pada pemeriksaan secara detail,” katanya.

Sunatan massal ini tidak hanya melayani sunatan baru, melainkan juga melayani pasien yang sebelumnya sudah sunat namun hasil setelah sunat terdapat masalah.  
“Jadi bukan sunat saja yang baru, tapi yang bermasalah bagi yang sudah sunat kita juga menerima,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kegiatan sunatan massal ini juga terbuka bagi non muslim, dimana sebelum senat terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan.

“Saudara non muslim pun kita bisa menerima untuk sunatan, tapi persyaratan sebelum sunat kita melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, antara lain darah lengkap dan clothing time (masa pembekuan) bledding time (masa pendarahan) standarisasi,” katanya.

Pasca-sunat pasien, panitia dan tim dokter dibawah Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) tetap stanby di Klinik B’Care hingga tanggal 20 Mei mendatang, guna mengevaluasi hasil sunat pasien.

“Kita tetap evaluasi dari klinik B'Care dan panitia. Yang jelas kami untuk teknik pemeriksaan atau penyelenggaran sunat ini dibawah tim dari pengurus besar ikatan dokter Indonesia, dan salah satu petugasnya adalah spesialis penyakit dalam, yaitu dr Prasetyo juga hadir. Kemudian penasehatnya langsung dari ketua umum PB IDI, yaitu Professor Ilham Oetama Marsis,” katanya.

Sunatan massal ini akan melibatkan dua orang dokter spesialis ditambah enam orang dokter umum yang telah tersertifikasi sunat dengan menggunakan sitim klem.

“Kita akan persiapkan spesialisnya dua orang dan enam dokter umum yang sudah punya sertifikasi sunatan dengan klem. Sunatan klem itu langsung si pasien mendapat celana khusus. Kemudian pasca-sunat, dua atau tiga hari kita kontrol ulang. Tim dokternya stanby disini sampai dengan tanggal 20,” tuturnya.


Diinformasikan bahwa selain anak-anak, orang dewasa pun dapat mengikuti kegiatan sunatan massal ini, dan pendaftaran peserta ditutup hingga 12 Mei 2018. Tempat pendaftaran selain di Klinik B’Care, juga pada masjid-masjid yang ada di Kabupaten Mimika dan beberapa tempat yang ditunjuk. (Sld)

Tinggalkan Balasan