Rusuh di Rutan Mako Brimob Depok, Bocor di Sosial Media, Polisi Bantah Ada Korban Jiwa

Beberapa foto bahkan video siaran langsung dari dalam rutan yang beredar dengan cepat di jagat maya sehingga menimbulkan keresahan warga, namun semua informasi soal adanya korban jiwa di bantah kepolisian. (Foto : repro sosial media/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAKARTA—Beberapa foto orang terluka dan beberapa pucuk senjata yang di katakana telah berhasil di rebut oleh para tahanan serta kondisi rumah tahanan Mako Brimob Depok beredar luas dengan cepatnya di dunia maya, bahkan sebuah Instagram di kabarkan melakukan siaran langsung dari dalam Mako Brimob menggambarkan suasana beberapa orang tahanan yang menguasai sebagian ruangan rumah tahanan tersebut.

Informasi beredar di masyarakat terjadi rusuh antara narapidana terorisme dengan petugas rutan Mako Brimob, dimana dalam informasi yang beredar di dunia maya 1 napi terorisme tertembak dan tewas dan 6 petugas dikabarkan tewas, bahkan katanya 7 senpi berhasil di rampas dan di kuasai napi terorisme tersebut.

Namun informasi berantai dari akun Sem Malik yang beredar di dunia maya dari Jakarta hingga Papua hanya dalam hitungan menit tersebut di bantah oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol M. Iqbal

“Saat ini kami sedang melakukan tindakan kepolisian, baik soft approach maupun tindakan lain saat ini sedang diproses. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang agar tidak terhasut dengan semua informasi di media sosial,” kata Iqbal di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu 9 Mei dini hari seperti di kutip dari www.viva.co.id

Iqbal mengatakan, saat ini situasi dapat dikendalikan. Ia minta didoakan agar kepolisian dapat menuntaskan insiden ini.

“Maaf saya tidak bisa terlalu detail menyampaikan insiden ini terjadi kapan, berapa orang yang luka. Tapi saat ini tepat pukul 1 dini hari tidak ada yang meninggal dunia,” ujar Iqbal lagi.

Seperti di lansir detik.com, hingga Rabu (9/5/2018) pukul 09.30 WIB yang masuk ke RS Bhayangkara Kelapa Dua, Depok baru 4 orang yang mengalami luka – luka dan tengah di menjalani perawatan dengan penjagaan super ketat yang di lakukan oleh aparat di area sekitar RS Bhayangkara.

Dari berbagai sumber yang berhasil di himpun oleh Lingkar Papua dari pemberitaan beberapa media nasional, kerusuhan terjadi di rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok sudah berhasil di kendalikan oleh aparat, dimana seperti di lansir detik.com menurut Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Argo Yuwono, Rabu (9/5/2018) kerusuhan berawal di Blok B dan C.

Menurut Kabidhumas Polda Metro Jaya itu, kerusuhan terjadi Selasa (8/5/2018) seitar pukul 19.30 WIB yang di picu sola makanan bagi para narapidana.

“Saat selesai salat Magrib ada napi yang menanyakan titipan makanan napi dari keluarga,” ujar Argo, seperti di kutip dari detik.com.

Polri mengimbau masyarakat tidak terhasut informasi terkait kerusuhan tersebut yang beredar di media social.

Kompas.com dalam lansirannya Kamis (9/5/2018) pukul 07.45 menguraikan secara singkat kronologis ‘bocornya’ informasi kerusuhan yang terjadi di dalam rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok di mulai Selasa sekitar pukul 21.30 WIB tentang informasi jebolnya tahanan napi kasus terorisme di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Dua jam kemudian sekitar pukul 23.20 WIB Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol M. Iqbal membenarkan adanya kerusuhan di dalam rutan Mako Brimob antara petugas dan tahanan, dan ia mengakui sedang ditangani.

Rabu sekitar pukul 00.05 WIB aparat melakukan pengamanan ketat di skeitar Mako Brimob, dimana wartawan di minta menjauh hingga radius 200 meter, sedangkan sekitar pukul itu pula beredar luas foto – foto dari dalam rutan kondisi tahanan yang terluka dan disebutkan sejumlah senjata berhasil direbut, bahkan ada akun Instagram yang melakukan siaran langsung kondisi di dalam rutan pula.

Sekitar pukul 00.35 WIB, pemasangan kawat berduri dan sterilisasi TKP di perluas oleh petugas bukan hanya radius 200 meter tetapi hingga gereja, rumah sakit yang berada di sekitar Mako Brimob, dan sekitar pukul 01.07 WIB barulah Karo Penmas Brigjen M. Iqbal memberikan keterangan resmi kepada awak media tentang apa yang terjadi di dalam rutan Mako Brimob.

Seperti lansiran kompas.com, M. Iqbal membenarkan adanya kerusuhan di dalam rutan yang di picu cekcok antara tahanan dengan petugas, dan ia mengakui sejumlah petugas terluka dan hingga Rabu pukul 07.39 polisi masih siaga satu di lokasi sekitar rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Sementara dalam lansiran CNNIndonesia.com Brigjen (Pol) M. Iqbal membantah apabila ada korban tewas dalam kerusuhan tersebut baik dari pihak tahanan maupun dari petugas.

“Saat ini kami sedang melakukan tindakan-tindakan kepolisian. Ada soft approach maupun tindakan lain, saat ini sedang berproses,” ujar Iqbal seperti di kutip dari CNNIndonesia.com, dan Iqbal meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai foto yang beredar di media sosial.

Dalam lansirannya CNNIndonesia.com melaporkan bahwa sejumlah orang mengalami luka-luka akibat kericuhan aparat keamanan dan narapida kasus terorisme di rutan itu.

Salah satu sumber CNNIndonesia.com menyebutkan, setidaknya empat anggota kepolisian mengalami luka di antaranya memar di mata dan mulut, luka sobek dalam di kepala bagian belakang, serta luka akibat terkena lemparan asbak, dan para korban luka dirawat di RS Bhayangkara, namun Brigjen M. Iqbal menolak memberikan pejelasan rinci soal tersebut ketika di konfirmasi CNNIndonesia.com.

Rutan Mako Brimob sendiri diketahui sebagai tempat tahanan dengan keamanan tingkat tinggi. Rutan Mako Brimob sendiri memiliki tiga blok ruang tahanan, yakni blok A, blok B dan blok C

Bentrok aparat dengan narapidana terorisme pada Rabu malam bukan yang pertama terjadi di Mako Brimob. Insiden serupa juga pernah terjadi pada 10 November 2017.

Kericuhan kala itu bermula saat petugas rutan menemukan empat unit telepon seluler milik tahanan kasus terorisme, yakni Juhanda, Saulihun, Kairul Anam, dan Jumali, usai salat Jumat.

Namun, salah satu tahanan tidak terima dan memancing petugas dengan melontarkan ucapan yang tidak sopan. Hal ini memicu reaksi tahanan dari blok lain.

Achmad Michdan, Koordinator Tim Pengacara Muslim yang kerap mengawal proses hukum kasus terorisme kepada CNNIndonesia.com juga mengaku sudah mendengar insiden tersebut.

“Saya sudah dapat info itu, tapi mulai kejadiannya seperti apa saya belum tahu. Saya dapat info itu dari dalam [Rutan Mako Brimob],” kata Michdan seperti di kutip dari CNNIndonesia.com.

Michdan mengatakan telah mengutus perwakilan timnya untuk mencari informasi tentang kerusuhan di Mako Brimob besok karena bertepatan ada jadwal sidang dari napi yang ditahan di sana.

“Saya memang perintah tim saya untuk cari info dari mereka yang ada di sana,” katanya lagi. (***)

Penulis                        : Nugroho
Editor                         : Walhamri Wahid

The post Rusuh di Rutan Mako Brimob Depok, Bocor di Sosial Media, Polisi Bantah Ada Korban Jiwa appeared first on .

Tinggalkan Balasan